![]() |
| Duta Besar Selandia Baru Philip Nathan Taula mendatangi Solo untuk menjajaki pengiriman tenaga kerja agrikultur hingga membahas sektor energi bersama Presiden ke-7 RI Jokowi. |
Executive Summary ▼
- Dubes Selandia Baru temui Jokowi di kediaman Sumber, Solo, guna membahas potensi perluasan kerja sama bilateral di sektor pertanian, pendidikan, serta energi baru terbarukan.
- Kunjungan diplomasi tersebut diproyeksikan untuk menyelaraskan berbagai program kerja sama yang telah berjalan dengan arah prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
- Wali Kota Solo Respati Ardi memanfaatkan momentum kedatangan diplomat tersebut untuk mengupayakan program pertukaran pelajar dan pengiriman tenaga kerja sektor agrikultur ke Selandia Baru.
idnwire.com — Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Nathan Taula, membeberkan hasil diskusi terkait peluang ekspansi kemitraan bilateral saat Dubes Selandia Baru temui Jokowi di kediamannya kawasan Sumber, Solo, Kamis (10/9) sore. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan sektor-sektor krusial yang dinilai memiliki potensi besar bagi kedua negara.
Sebelum menyambangi kediaman Presiden ke-7 RI tersebut, Philip terlebih dahulu bertandang ke Kantor Pemerintah Kota Solo pada siang harinya. Di sana, Wali Kota Solo Respati Ardi menyambut langsung kedatangan sang diplomat untuk membicarakan peluang teknis di tingkat daerah.
Sektor Prioritas Diselaraskan dengan Pemerintahan Prabowo
Philip menegaskan bahwa pembahasan bersama Jokowi mencakup evaluasi program berjalan sekaligus penyelarasan fokus baru. Agenda kerjasama yang didorong meliputi bidang pertanian, pendidikan, dan energi baru terbarukan.
Proyeksi penguatan sektor-sektor ini disiapkan agar berjalan seiring dengan fokus prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini. Philip menyebutkan bahwa Jokowi, yang pernah berkunjung langsung ke Selandia Baru, menilai potensi ekspansi hubungan bilateral kedua negara masih sangat luas.
Penjajakan Pengiriman Tenaga Kerja dan Pertukaran Pelajar Solo
Di tingkat daerah, Pemkot Solo mengambil langkah konkret dengan menjajaki peluang pengiriman tenaga kerja ke Selandia Baru, terutama di sektor agrikultur. Respati Ardi menyatakan skema yang disiapkan mendorong pekerja Indonesia menimba pengalaman satu hingga dua tahun di sana sebelum kembali untuk membangun sektor pertanian domestik.
Selain sektor ketenagakerjaan, Pemkot Solo juga mematangkan program pertukaran pelajar dengan pihak Selandia Baru. Detail teknis dan kepastian resmi terkait kesepakatan ini bakal diumumkan dalam waktu dekat setelah seluruh proses penggalian peluang selesai dilakukan.
