Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

|

Connect With Us

News

Kapal Induk USS Abraham Lincoln Berkarat Usai 280 Hari Misi Perang di Asia Barat

kondisi-kapal-induk-uss-abraham-lincoln
Kapal induk USS Abraham Lincoln bersandar di Thailand dalam kondisi lambung penuh karat dan krisis moral awak usai lebih dari 280 hari beroperasi di Asia Barat. | Foto: (AP Photo/Sakchai Lalit)
Executive Summary
  • Kapal induk USS Abraham Lincoln berkarat dari haluan hingga buritan saat bersandar di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, usai 280 hari misi perang.
  • Sembilan bulan lebih beroperasi di Timur Tengah memicu kelelahan akut, krisis moral, serta kekurangan pasokan bahan makanan bagi para awak kapal.
  • Mantan Kapten AL AS menyebut penanganan korosi butuh waktu 30 hari perawatan, sementara Kapten Dan Keeler menganggap kondisi fisik kapal wajar.

idnwire.com — Kapal induk USS Abraham Lincoln berkarat di sepanjang lambungnya dari haluan hingga buritan saat bersandar di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada Rabu, 2 September 2026. Melansir laporan Fars News Agency, kapal perang sepanjang 1.100 kaki tersebut tiba setelah menjalani operasi militer lebih dari 280 hari atau sekitar sembilan bulan di perairan Asia Barat. Penampilan fisik armada tempur utama Angkatan Laut Amerika Serikat ini memicu sorotan publik usai terlibat dalam serangkaian operasi melayani konflik di Timur Tengah sejak berangkat dari San Diego pada November lalu.

Krisis Logistik dan Kelelahan Mental Awak Kapal

Kemunculan bercak korosi di badan kapal beriringan dengan mencuatnya laporan mengenai buruknya kondisi kehidupan para prajurit di dalam armada. Pihak keluarga marinir mengungkapkan timbulnya kelelahan akut serta penurunan moral yang tajam akibat masa penugasan di laut yang terlampau panjang. Tekanan mental tersebut bahkan membuat beberapa pelaut dilaporkan nekat melompat ke laut.

Masalah internal kapal diperparah oleh minimnya pasokan bahan makanan serta produk kebersihan harian. Rangkaian temuan kondisi fisik dan krisis kesejahteraan awak kapal ini dinilai oleh surat kabar Daily Beast sebagai situasi yang memalukan bagi militer AS. Awak kapal sendiri tidak memberikan pernyataan resmi atau bersedia diwawancarai media saat berlabuh di Thailand.

Penyebab Karat dan Opsi Perawatan Teknis

Komandan USS Abraham Lincoln, Kapten Dan Keeler, memberikan klarifikasi pendek melalui wawancara bersama Associated Press. Keeler menegaskan bahwa kerusakan fisik dan munculnya karat pada badan kapal merupakan fenomena wajar usai menyelesaikan penugasan panjang di laut lepas. Angkatan Laut AS maupun Presiden Donald Trump tidak memberikan keterangan atau komentar tambahan mengenai kondisi tersebut.

Mantan Kapten Angkatan Laut AS, Carl Schuster, menjelaskan bahwa korosi sepanjang garis air wajar terjadi pada kapal yang berlayar nonstop melebihi 60 hari di perairan asin bergelombang. Schuster menyebut proses perbaikan karat memerlukan waktu sekitar 30 hari, mencakup pengampelasan serta pelapisan ulang dengan dua lapis cat anti-karat dan dua lapis cat warna militer. Selama singgah tujuh hari di Thailand, awak kapal hanya fokus melakukan perbaikan prioritas tinggi pada area haluan dan lambung depan sembari memberikan jeda istirahat bagi para prajurit.

Penulis/Editor: Juanda Data Wijaya
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...

Info Gawai

Memuat artikel terbaru...