![]() |
| Angkatan Laut Garda Revolusi Islam menargetkan dua kapal AS dan delapan kapal tanker di Teluk Persia sebagai tanggapan atas agresi terhadap kapal Iran. | Foto: Tasnim News |
Executive Summary ▼
- IRGC menargetkan dua kapal AS dan delapan kapal tanker minyak di Teluk Persia hingga menimbulkan kerusakan berat.
- Operasi militer tersebut dilancarkan sebagai balasan atas agresi tentara AS terhadap lima kapal tanker minyak Iran.
- Pasukan angkatan laut IRGC menindak 10 kapal pelanggar yang mencoba melintas di area terlarang Selat Hormuz.
idnwire.com — Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan serangan balasan yang menargetkan dua kapal Amerika Serikat serta delapan kapal tanker di perairan Teluk Persia, melansir laporan Tasnim News. Tindakan keras tersebut dipicu oleh agresi militer AS yang sebelumnya menyerang lima kapal tanker minyak milik Iran di kawasan yang sama.
Pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu pagi menegaskan bahwa operasi militer itu berhasil menimbulkan kerusakan berat pada armada target. Eskalasi ketegangan meningkat setelah pihak militer Iran menilai tindakan AS melampaui batas kedaulatan maritim regional.
Pengamanan ketat diberlakukan di jalur strategis dengan menargetkan 10 kapal pelanggar yang mencoba menerobos wilayah terlarang. Kelompok kapal tersebut disebut bergerak atas dorongan provokasi serta dukungan langsung dari pasukan AS yang beroperasi di sekitar Selat Hormuz.
Kendali penuh atas jalur perairan vital tersebut diklaim tetap berada di tangan pasukan angkatan laut Iran. Pengawasan dan pengelolaan wilayah dilakukan secara ketat untuk merespons setiap ancaman keamanan maritim yang muncul.
