Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

Kondisi Kapal Induk USS Abraham Lincoln Memburuk, Anggota Kongres AS Tuntut Penyelidikan

Kapal Induk USS Abraham Lincoln
Insiden bentrok maut yang menewaskan tujuh tentara memicu desakan penyelidikan menyeluruh atas krisis fasilitas dan sanitasi di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. | Ilustrasi, Foto: Kapal Induk USS Abraham Lincoln (US NAVY)
Executive Summary ▼
  • Kondisi kapal induk USS Abraham Lincoln memicu tuntutan penyelidikan dari Senator Partai Demokrat setelah bentrok maut menewaskan tujuh tentara AS.
  • Kapal memecahkan rekor penugasan terlama dengan kurun lebih dari 250 hari berlayar dan tanpa berlabuh selama lebih dari 200 hari.
  • Anggota keluarga prajurit dan Anggota Kongres mengungkap adanya penjatahan makanan, fasilitas sanitasi rusak, jam kerja hingga 16 jam, serta maraknya krisis kesehatan mental.

Kondisi kapal induk USS Abraham Lincoln memicu gelombang protes dari kalangan legislator Amerika Serikat setelah bentrok maut menewaskan tujuh orang tentara di atas kapal perang tersebut. Berdasar laporan AFP pada kamis 13/08/2026, desakan pemeriksaan resmi mencuat seiring terungkapnya berbagai masalah krusial, mulai dari keterbatasan pasokan logistik hingga tingginya krisis kesehatan mental di antara ribuan awak.

Senator Ruben Gallego menyerukan kunjungan pengawasan resmi bersama Delegasi Senat bipartisan untuk memeriksa keadaan di atas armada tersebut secara langsung. Gallego menyoroti laporan serius mengenai percobaan bunuh diri dan ancaman prajurit yang hendak melompat ke laut. Ia mencatat para awak harus berhadapan dengan kamar mandi berjamur, pasokan air panas tidak stabil, toilet rusak, serta jam kerja intensif 12 hingga 16 jam sehari tanpa hari libur.

Rekor Penugasan Terlama dan Krisis Sanitasi

Melalui surat resmi kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Rabu (12/8), Senator Richard Blumenthal meminta Angkatan Laut memberikan penjelasan terbuka. Kapal induk canggih ini mencatatkan masa penugasan melampaui 250 hari dengan masa berlayar tanpa berlabuh melebihi 200 hari—sebuah rekor hari berturut-turut terlama di laut.

Blumenthal menekankan bahwa durasi penugasan yang kelewat panjang berakibat pada memburuknya kelayakan hidup prajurit. Laporan di lapangan mengindikasikan munculnya masalah kontaminasi air, krisis pipa saluran, hingga minimnya pasokan kebutuhan dasar bagi personel armada.

Ketegangan Keluarga Awak dan Pimpinan Angkatan Laut

Kapal induk USS Abraham Lincoln semula bertolak dari San Diego, California, pada 21 November 2025 menuju Laut China Selatan. Armada ini kemudian dialihkan ke kawasan Timur Tengah mendahului operasi militer AS-Israel terhadap Iran yang dimulai sejak 28 Februari.

Tekanan di atas kapal yang menampung 5.000 pelaut dan Marinir tersebut memicu benturan keras antara pihak keluarga awak dan pimpinan Angkatan Laut dalam dua pertemuan terpisah. Pihak keluarga menuntut kepastian tanggal kepulangan prajurit sekaligus mempertanyakan kebijakan pembatasan makanan dan sabun yang harus dialami para anggota militer di tengah penugasan tersebut.

Penulis/Editor: Juanda Data Wijaya
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5