![]() |
| Dua jenazah korban KM Virgo Transport 8 ditemukan di dalam bangkai kapal dan dievakuasi helikopter ke Banjarmasin. Pencarian 126 korban lain dilanjutkan. | Foto: (ANTARA) |
Executive Summary ▼
- Korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan: dua jenazah laki-laki diangkat dari dasar laut di dalam badan kapal, lalu dievakuasi helikopter HR-3601 ke Bandara Banjarmasin.
- Tim penyelam Basarnas Special Group menemukan kedua korban Minggu (20/9) pukul 09.04 WITA dan 09.13 WITA saat menyisir bagian dalam bangkai kapal.
- Operasi SAR atas 126 korban yang belum ditemukan resmi diperpanjang tujuh hari, dengan seluruh armada utama dikerahkan di hari ketujuh pencarian.
IDNWIRE.COM — Korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan tim penyelam Basarnas Special Group (BSG). Dua jenazah laki-laki itu ditemukan di dalam badan kapal di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, lalu dievakuasi menggunakan helikopter HR-3601 menuju Banjarmasin.
Kedua korban ditemukan saat tim penyelam BSG menyisir bagian dalam bangkai kapal, masing-masing pada Minggu (20/9) pukul 09.04 WITA dan 09.13 WITA. Jenazah berjenis kelamin laki-laki itu berhasil diangkat dari dasar laut.
"Penemuan dua korban hari ini menjadi bagian dari kerja keras seluruh unsur SAR gabungan. Kami memastikan setiap korban yang ditemukan segera dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Jakarta, Senin.
Setelah diangkat dari dasar laut, kedua jenazah dievakuasi dari lokasi perairan menggunakan helikopter udara HR-3601 Basarnas. Pesawat mendarat di Bandara Banjarmasin pukul 11.20 WITA.
Di bandara, jenazah langsung diserahterimakan kepada tim medis dan DVI Polri guna menjalani proses identifikasi resmi sebelum diserahkan kepada keluarga.
Operasi penyelaman tim SAR gabungan akan terus berlanjut. Basarnas sebelumnya resmi memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan (SAR) 126 korban yang belum ditemukan, tujuh hari ke depan.
Kapal KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9). Di hari ketujuh atau H+1 masa perpanjangan, seluruh armada utama SAR dikerahkan dan pencarian terus dioptimalkan.
