Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

BGN DIY Berhentikan Pegawai SPPG Bantul yang Meledek Siswi Korban MBG

bgn-diy-berhentikan-pegawai-sppg-bantul-meledek-siswi-mbg
BGN Regional DIY memberhentikan Gerardus Permanaditya, pegawai SPPG Dlingo, Bantul yang meledek siswi Karo korban dugaan keracunan MBG. Wapres Gibran ikut mengecam. | Foto: Radar jogja
Executive Summary ▼
  • Pegawai SPPG Bantul dipecat — Badan Gizi Nasional Regional DIY resmi memberhentikan Gerardus Permanaditya usai videonya meledek siswi Karo yang hilang ingatan diduga akibat keracunan MBG beredar luas.
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengecam keras pernyataan oknum itu, menegaskan anak-anak tidak boleh menjadi korban perundungan di ruang publik.
  • Kedua siswi asal Kabupaten Karo, Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, sudah kembali ke rumah masing-masing dan akan masuk sekolah lagi setelah menjalani perawatan intensif di RSCM.

IDNWIRE.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta resmi memberhentikan Gerardus Permanaditya. Pegawai SPPG Dlingo, Bantul itu merekam dirinya meledek siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang hilang ingatan diduga akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan. Ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran bahwa bekerja dalam Program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi," ujar Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko dalam keterangan, Minggu (21/9) malam.

Kabar dari Karo membawa titik cerah. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga sudah kembali ke rumah masing-masing dan akan masuk sekolah kembali.

Keduanya sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSCM setelah mengalami hilang ingatan akibat dugaan keracunan MBG.

"Saat ini Agnesia dan Febiona telah kembali ke rumah masing-masing di Kab. Karo dan akan masuk sekolah kembali," kata Gibran melalui unggahan resmi Instagram @gibran_rakabuming, Minggu (20/9).

Unggahan Gibran menampilkan dua video berdampingan: aksi Gerardus memakan ayam katsu sambil menyindir sang siswi, dan rekaman Gibran saat mengunjungi korban keracunan MBG di Karo. Wapres menilai perkataan oknum SPPG itu sangat disayangkan.

"Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan," ungkap Gibran.

Dalam rekaman itu, pegawai SPPG Bantul mencicipi menu ayam katsu yang menurutnya dimasak sehari sebelum pengambilan gambar.

Momen itu ia jadikan bahan candaan yang mengarah pada siswi korban — justru ketika sang siswi sedang mencicipi menu yang sama. Videonya menyebar dan memicu kecaman publik.

Gagat menegaskan, pemberhentian Gerardus bagian dari menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas jajaran penyelenggara MBG.

Setiap kejadian menyangkut keamanan pangan, lanjutnya, mesti jadi perhatian bersama dengan mengedepankan kemanusiaan, empati, dan sikap saling menghormati — bukan bahan candaan.

Ia mengingatkan personel SPPG berhati-hati menggunakan media sosial dan menyampaikan pernyataan di ruang publik. Satu kalimat dari petugas SPPG bisa menggeser persepsi masyarakat terhadap program sebesar MBG.

"Kita harus memahami sensitivitas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Jangan sampai persoalan yang seharusnya menjadi pembelajaran bersama justru dikomentari dengan cara yang tidak tepat. Empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja kita," tuturnya.

BGN Regional DIY menginstruksikan seluruh jajaran tidak berlarut dalam polemik. Perhatian publik pada MBG kian besar, dan jawabannya ada pada kinerja di lapangan: keamanan pangan, kualitas makanan, pelayanan, dan komunikasi.

"Kami mengarahkan seluruh jajaran untuk fokus bekerja. Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan SOP, perkuat pengawasan, dan berikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat. Saat ini masyarakat memberikan perhatian yang besar terhadap Program MBG, maka jawab perhatian tersebut dengan kinerja yang semakin baik," imbuh Gagat.

Sumber: CNN Indonesia
Penulis/Editor: Juanda Data Wijaya
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5