![]() |
| Mensos Gus Ipul mendorong jajaran Dinsos memperbanyak Agen Perlinsos. Relawan tanpa bayaran ini memangkas jarak pendaftaran bansos hingga ke tetangga terdekat. | Foto: Dok, Kemensos RI |
Executive Summary ▼
- Agen Perlinsos diperbanyak melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga agar pendaftaran dan pemutakhiran data bansos menjangkau warga di lingkungan terdekat.
- Pendaftaran jadi agen dirancang sederhana: cukup KTP, Identitas Kependudukan Digital (IKD), dan verifikasi wajah, tanpa biaya.
- Agen bersifat sukarela, tidak berwenang menentukan kelayakan penerima, dan pelanggaran seperti memungut bayaran atau memanipulasi data ditegaskan dilarang keras.
IDNWIRE.COM — Agen Perlinsos didorong menjangkau lebih banyak warga. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta jajaran Dinas Sosial di seluruh Indonesia memperbanyak agen relawan itu melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, sebab pendaftaran bansos kini semakin dekat berkat kehadiran mereka di lingkungan terdekat.
Ajakannya disampaikan saat memimpin rapat daring dengan ratusan perwakilan Dinas Sosial se-Indonesia terkait program Perlinsos di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026). Ia ingin gerakan ini dijalankan secara bersama-sama lintas pemangku kepentingan di tingkat akar rumput.
Capaian Perlinsos hingga kini cukup jauh berkembang. Sekitar 204 ribu Agen Perlinsos telah tersebar di seluruh Indonesia, dengan 4,7 juta keluarga yang mendaftar.
Dari jumlah itu, 4,6 juta keluarga mendaftar Program Sembako atau BPNT dan 2,2 juta di antaranya berpotensi layak berdasarkan hasil seleksi sistem. Untuk PKH, 4,3 juta keluarga mendaftar, dengan 1,1 juta keluarga berpotensi memenuhi kriteria.
Pendaftaran sendiri dirancang sederhana. Warga yang memiliki KTP dapat menjadi agen, sementara pemohon bansos cukup didaftarkan menggunakan NIK dan autentikasi biometrik wajah.
Koordinator Harian Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Rahmat Danu Andika menjelaskan, langkah berikutnya hanya memasukkan ID Pelanggan PLN atau meteran listrik tempat tinggal pendaftar.
ID pelanggan tidak harus atas nama orang yang mendaftar. Yang penting, alamat tersebut dinyatakan sebagai tempat tinggal sehari-hari yang bersangkutan. "Sistem langsung cek ke PLN konsumsi listrik, rata-rata selama 6 bulan terakhir," jelas Andika.
Kemensos membuka pendaftaran mandiri tanpa calo. Masyarakat cukup memiliki KTP dan mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD), lalu mengakses Portal Perlinsos Digital Agen di agent-perlinsos.kemensos.go.id dan memilih menu "Daftar Menjadi Agen".
Setelah itu, calon agen melengkapi data diri, menjalani verifikasi wajah, dan menyetujui Pernyataan Komitmen Agen. Seluruh tahapan berjalan digital dan gratis.
Posisi agen murni sukarela. Gus Ipul menegaskan, agen tidak dibayar, tidak boleh memungut upah, dan tidak boleh memanipulasi data. "Agen adalah relawan, tidak dibayar, tidak boleh memungut upah, tidak boleh memanipulasi data," tegasnya.
Agen juga tidak berwenang menentukan kelayakan penerima bansos. Penentuan itu sepenuhnya dilakukan sistem berdasarkan data dan kriteria yang telah ditetapkan. Peran agen berhenti pada proses pendaftaran dan pemutakhiran data.
Perlinsos berjalan dengan dukungan kecerdasan buatan yang terhubung dengan berbagai data pemerintah. Gus Ipul menjelaskan, sistem ini mampu merekam data lebih tajam dan presisi sebagai pedoman penyaluran bansos.
"Sistem digitalisasi bansos ini terhubung dengan semua data yang ada, mampu merekam lebih tajam, lebih presisi data-data yang dibutuhkan," katanya.
Penguatan ini dibutuhkan lantaran pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) masih menjadi pekerjaan rumit. Dua tahun terakhir, baru sekitar 33 persen data yang berhasil dimutakhirkan.
Karena itu, Perlinsos diperluas untuk mempercepat pemutakhiran sekaligus menajamkan ketepatan sasaran ke masyarakat miskin, miskin ekstrem, rentan, dan berkebutuhan khusus.
Dinas Sosial, pemerintah desa, RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, komunitas, pemuda, perempuan, dan pendamping program diajak turun tangan menyosialisasikan Perlinsos.
Mereka diminta membantu mencari dan mendaftarkan warga yang membutuhkan. "Daftarkan mereka melalui portal Perlinsos sekaligus pemutakhiran data," ujar Gus Ipul.
Andika memaparkan bayangan akhir dari gerakan ini: agen hadir sedemikian banyaknya hingga siapa pun yang butuh bantuan bisa didaftarkan oleh tetangganya sendiri. Program ini berjalan bertahap dan terukur, dengan target implementasi penuh secara nasional pada 2027.
Rapat daring itu turut dihadiri Tenaga Ahli Mensos Andy Kurniawan dan Agustinus Budi, Kepala Pusdatin Joko Widiarto, Direktur PSNK Faisal, Direktur Jaminan Sosial Mardi Brilian Saleh, dan Koordinator Komunikasi KPTDP Lady Diandra.
