![]() |
| Bupati Garut melepas mahasiswa KKN-Gradasi 2026. Program kolaborasi lima perguruan tinggi ditempatkan di 16 lokus dan berjalan empat bulan, jauh lebih lama dari KKN biasa. | Foto: Pemkab Garut |
Executive Summary ▼
- KKN-Gradasi 2026 Garut resmi dilepas Bupati Abdusy Syakur Amin di Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (18/9/2026), dengan penempatan di 16 lokus kecamatan (15 desa dan satu kelurahan).
- Program kolaborasi lima perguruan tinggi ini berjalan empat bulan, empat kali lebih panjang dari KKN pada umumnya dan telah digelar tiga tahun dengan dampak yang dinilai signifikan.
- Rata-Rata Lama Sekolah Garut hanya 7,86 tahun atau setara kelas 2 SMP; bupati mengerahkan mahasiswa dari berbagai jurusan untuk menuntaskan kompleksitas persoalan desa, dengan Institut Teknologi Garut sebagai salah satu perguruan pengirim.
IDNWIRE.COM, Kab Garut — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melepas mahasiswa peserta KKN-Gradasi 2026 di Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (18/9/2026). Angkatan kali ini ditempatkan di 16 lokus kecamatan yang mencakup 15 desa dan satu kelurahan.
KKN Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi ini berjalan empat bulan. Perbandingannya jelas: KKN pada umumnya berlangsung sekitar satu bulan.
Durasi panjang itu memungkinkan mahasiswa melakukan pendampingan, pemberdayaan, dan intervensi pada persoalan masyarakat dalam skala lebih luas, seperti diungkapkan Direktur Program Pascasarjana Universitas Garut Gugun Geusan Akbar.
"Jika biasanya KKN diselenggarakan selama 1 bulan, KKN Gradasi ini diselenggarakan selama 4 bulan sehingga otomatis kegiatan yang bisa diintervensi oleh mahasiswa juga lebih banyak," jelas Gugun.
KKN-Gradasi 2026 menggandeng kolaborasi lima perguruan tinggi di Kabupaten Garut, sebuah inisiatif Pemerintah Daerah bersama kalangan akademisi yang sudah berjalan tiga tahun.
Institut Teknologi Garut (ITG) ikut andil mengirimkan mahasiswanya untuk berkontribusi sesuai bidang keilmuan, mengidentifikasi potensi dan permasalahan wilayah, lalu menghadirkan solusi aplikatif dan berkelanjutan.
Keterlibatan itu bagian dari semangat ITG Berdampak: menerapkan pengetahuan, teknologi, dan inovasi demi kontribusi nyata bagi masyarakat Garut.
Persoalan yang menanti di lapangan tidak ringan. Kabupaten Garut memiliki 442 desa dan kelurahan, dan kemajuan daerah sangat ditentukan oleh perkembangan wilayah tingkat desa.
Salah satu pekerjaan rumah terbesarnya ada pada sumber daya manusia: Rata-Rata Lama Sekolah Garut kini hanya 7,86 tahun, setara kelas 2 SMP.
"Makanya kita minta tolong mahasiswa dari berbagai macam jurusan untuk membantu. Kenapa? Karena di desa itu semua kompleksitas masalah ada dan harus kita selesaikan bersama. Ini adalah simulasi membangun Garut di masa yang akan datang," tegas Abdusy Syakur Amin.
Syakur mengimbau peserta KKN turun langsung ke masyarakat dan memberikan kontribusi nyata sesuai disiplin ilmu masing-masing.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi diproyeksikan mempercepat penanganan persoalan pembangunan di lapangan sekaligus mengangkat kesejahteraan warga. Dari sisi penyelenggara, harapannya satu: kontribusi mahasiswa tahun ini terus naik dalam mengurai tantangan pembangunan desa.
"Mudah-mudahan apa yang diniatkan oleh seluruh pihak bisa terlaksana dengan lancar dan membawa manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Garut," pungkas Gugun.
