![]() |
| PT PAL Indonesia resmi memulai pembangunan fisik kapal selam Scorpene pertama lewat pemotongan pelat baja perdana yang melibatkan transfer teknologi bersama Naval Group. | PT.PAL |
Executive Summary ▼
- Kapal selam Scorpene unit perdana resmi memulai pengerjaan konstruksi fisiknya di fasilitas PT PAL Indonesia yang ditandai dengan proses pemotongan pelat baja pertama (First Steel Cutting).
- Proyek pertahanan ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di kawasan ASEAN yang mampu membangun armada kapal selam secara mandiri di dalam negeri.
- Kerja sama antara Kemenhan, PT PAL, dan Naval Group ini mencakup skema alih teknologi (transfer of technology) secara menyeluruh untuk pembangunan dua unit kapal selam berbobot 1.800–2.800 ton.
Konstruksi fisik unit perdana kapal selam Scorpene resmi berjalan di fasilitas PT PAL Indonesia. Proses awal tersebut ditandai secara simbolis melalui pemotongan pelat baja pertama atau First Steel Cutting.
Agenda peluncuran proyek pertahanan laut ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat Kementerian Pertahanan, perwakilan TNI Angkatan Laut, manajemen PT PAL Indonesia, serta delegasi Naval Group.
Penguasaan Teknologi dan Kemandirian Industri
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyatakan, proyek pengerjaan ini tidak sekadar berfokus pada pengadaan alutsista pertahanan. Rangkaian proses produksi tersebut dirancang untuk membangun kompetensi tenaga ahli lokal serta memperkuat ekosistem industri pertahanan nasional.
Kolaborasi bersama Naval Group mencakup skema alih teknologi secara menyeluruh. Ruang lingkup transfer pengetahuan tersebut meliputi sistem lambung kapal, permesinan mekanik, sistem kelistrikan, sistem persenjataan, hingga tahapan pengujian berupa Harbour Acceptance Test dan Sea Acceptance Test. Seluruh rangkaian penguasaan kompetensi ini diproyeksikan menjadi fondasi bagi generasi insinyur Indonesia untuk memproduksi armada bawah air secara mandiri pada masa mendatang.
Tonggak Sejarah Baru di Kawasan ASEAN
Laksamana TNI Muhammad Ali menilai inisiatif konstruksi armada tempur bawah air ini mencatat sejarah penting bagi pertahanan nasional maupun tingkat regional. Indonesia tercatat sebagai negara pertama di kawasan ASEAN yang mampu melaksanakan pembangunan kapal selam langsung di dalam negeri.
Capaian pengerjaan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari kontrak pengadaan antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, PT PAL Indonesia, dan Naval Group. Kontrak kerja sama ini mencakup pembangunan dua unit kapal selam dengan kisaran bobot 1.800 hingga 2.800 ton yang seluruh proses fabrikasinya dikerjakan di dalam negeri berkat dukungan penuh anggaran dari Kementerian Pertahanan.
