![]() |
| PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) berencana menggelar RUPSLB pada 20 Agustus 2026 untuk meminta restu penambahan bidang usaha konstruksi sentral telekomunikasi. | Ilustrasi foto: dihasilkan ai |
Executive Summary ▼
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) berencana ekspansi bisnis dengan menambah kegiatan usaha baru di bidang konstruksi sentral telekomunikasi (KBLI 42206) yang memerlukan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada 20 Agustus 2026.
- Pengembangan bisnis menyasar pasar business-to-business (B2B) untuk pembangunan jaringan multi-lokasi di area komersial, residensial, industri, pendidikan, pemerintahan, dan ruang publik dengan prioritas wilayah berbasis pelanggan aktif.
- Kajian independen KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan rencana ini layak, didorong oleh tingginya prospek pasar seiring meningkatnya penetrasi internet serta kebutuhan jaringan serat optik.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) berencana memperluas cakupan bisnisnya dengan menambah kegiatan usaha baru di bidang konstruksi sentral telekomunikasi (KBLI 42206). Penambahan KBLI baru ini membutuhkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Agustus 2026.
Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Sabtu (8/8/2026) mencatat perseroan wajib mengumumkan Keterbukaan Informasi bersamaan dengan pengumuman RUPS sesuai aturan POJK 17/2020. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat posisi emiten dalam industri telekomunikasi dan infrastruktur digital.
Sasaran Pasar B2B dan Fokus Operasional
Guna menjalankan kegiatan usaha baru, perseroan akan menyasar pelanggan business-to-business (B2B) yang membutuhkan pembangunan jaringan multi-lokasi serta area berkonektivitas tinggi. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi akan difokuskan pada area komersial, residensial, industri, pendidikan, pemerintahan, dan ruang publik.
Pemilihan lokasi proyek diprioritaskan pada wilayah yang sudah memiliki basis pelanggan aktif. Faktor ketersediaan mitra lokal, alur kontrak, biaya mobilisasi, kemudahan perizinan, dan kemampuan pengawasan proyek menjadi pertimbangan utama penetapan wilayah kerja.
Hasil Evaluasi dan Bidang Usaha Eksis
Kajian independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Syarif, Endang & Rekan menyimpulkan rencana penambahan KBLI 42206 dinyatakan layak untuk dilaksanakan. Potensi pasar konstruksi sentral telekomunikasi dinilai prospektif seiring meningkatnya penetrasi internet dan kebutuhan jaringan serat optik.
Sebelum menambah bidang konstruksi, perseroan telah beroperasi di sektor periklanan, perusahaan holding investasi, perdagangan besar peralatan telekomunikasi, aktivitas telekomunikasi tanpa kabel, penyewaan barang berwujud, produk digital, serta jaringan serat optik melalui anak perusahaan.
