Presiden RI Prabowo Subianto melayangkan kritik keras terhadap pihak asing yang dinilai memanfaatkan kebaikan Indonesia untuk keuntungan sepihak. Di hadapan ribuan pasang mata di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026), Prabowo sindir tamu tidak tahu diri dari negara lain yang datang tanpa diundang namun berniat merampok kekayaan tanah air. Pernyataan tajam ini menjadi sorotan utama dalam puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026.
Alasan Prabowo Sindir Tamu Tidak Tahu Diri
Berdasarkan data yang dikutip dari Kompas, Kepala Negara menilai watak dasar bangsa Indonesia cenderung terlalu baik hati bahkan terkesan lugu kepada pihak luar. Karakteristik ini membuat masyarakat selalu menyambut siapa pun yang datang dengan tangan terbuka. Prabowo menganalogikan keramahan tersebut layaknya seorang tuan rumah yang rela meminjam gula ke tetangga demi menjamu orang asing, meskipun kondisi dapur sendiri sedang kosong. Sayangnya, ketulusan luar biasa ini kerap dibalas dengan iktikad buruk oleh kekuatan global tertentu.
Niat Merampok dan Keluguan Bangsa
Mantan Danjen Kopassus ini memilih tidak merinci identitas negara atau aliansi asing yang dimaksud. Dia lebih fokus menyoroti perlunya kewaspadaan nasional agar karakter mulia bangsa tidak dieksploitasi. Di tengah pidatonya, suasana yang sempat menegang berubah cair saat Prabowo berinteraksi langsung dengan audiens. Dia bahkan sempat mencolek Menteri Agama yang hadir untuk meminta izin berbicara apa adanya tanpa tedeng aling-aling.
Sembari berkelakar, sang presiden mengarahkan pandangannya ke barisan jurnalis di arena acara. Dia berseloroh bahwa para pemburu berita sedang memantau gerak-geriknya, menantikan momentum dirinya salah ucap di atas panggung. Tawa hadirin pecah ketika Prabowo menegaskan hubungan baiknya dengan kalangan pers tetap terjaga erat, terlepas dari gaya bicaranya yang lugas dan frontal.