Publikasi Grafis Target Pembunuhan Isu Pembalasan Iran
Peta konflik di Timur Tengah makin membara setelah muncul ancaman pembunuhan terbuka yang disebarkan oleh media lokal Teheran. Jagat politik internasional mendadak gempar setelah sebuah media Iran rilis tokoh target balas dendam kematian Khamenei. Daftar panas bernada ancaman tersebut dipublikasikan oleh surat kabar konservatif Hamshahri melalui sebuah infografik daring pada Sabtu (11/7) malam waktu setempat.
Melansir laporan dari CNN Indonesia, koran yang beroperasi di bawah otoritas Ibu Kota Iran tersebut memajang foto 13 pemimpin asing lintas negara. Peluncuran grafis digital ini disertai kutipan pernyataan keras dari Mojtaba Khamenei, sekaligus penerus resmi Ali Khamenei yang kini memimpin Iran.
Meskipun infografik ini memicu kegemparan luas di dunia maya, manajemen Hamshahri tidak mencantumkannya pada koran edisi cetak yang terbit hari Minggu (12/7). Format infografik ini juga tidak memuat cap pengesahan resmi dari lingkaran dalam pemerintah atau kantor pemimpin tertinggi Iran di Teheran.
Seret Nama Donald Trump dan Kepala Negara Eropa
Daftar buruan yang dirilis mencakup nama-nama pengambil kebijakan tertinggi di blok Barat dan Tel Aviv yang masuk dalam radar target pembunuhan isu pembalasan Iran. Surat kabar Hamshahri memajang foto Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serta Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Target operasi militer informal ini meluas hingga ke jajaran kabinet Washington, menyeret nama Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Dari daratan Eropa, deretan pemimpin yang dibidik meliputi Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, hingga Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Rencana eksekusi terhadap para pejabat asing tersebut diklaim sebagai keputusan final. Mojtaba Khamenei, yang dilaporkan ikut terluka dalam serangan awal tahun dan belum pernah muncul lagi di depan publik, mengirimkan pesan tertulis pertamanya pasca-pemakaman sang ayah pekan ini. Ia bersumpah bahwa orang-orang di dalam daftar tersebut tidak akan pernah mati dengan tenang di atas tempat tidur mereka.
"Pembalasan dendam adalah kehendak bangsa kita dan mau tidak mau harus dilaksanakan," tegas Mojtaba via laporan AFP.
Dampak Serangan Udara Gabungan Akhir Februari
Gencatan senjata makin sulit tercapai sejak perang Timur Tengah pecah berbulan-bulan lalu. Ali Khamenei sendiri tewas setelah kompleks tempat tinggalnya dihantam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari. Operasi militer udara tersebut menjadi pemicu utama meletusnya perang terbuka berskala besar di kawasan tersebut.
Sebelum tewas, Ali Khamenei sempat menyatakan bahwa intelijen negaranya telah menyusun daftar nama musuh yang akan dieksekusi, walau waktu itu ia memilih merahasiakan identitasnya ke publik.
Kemarahan Teheran ikut menyasar negara-negara Eropa Barat selama konflik bersenjata ini berkecamuk. Pemerintah Iran menuduh sekutu-sekutu dekat Washington di Eropa bersikap hipokrit karena menolak mengecam serangan udara di wilayah Iran. Negara-negara Eropa tersebut dicap sebagai antek dan kaki tangan penjahat perang karena memberikan izin perlintasan jet tempur serta pesawat militer milik Amerika Serikat di ruang udara mereka.