![]() |
| Presiden Prabowo Subianto memotong tradisi penghargaan piala dengan menyediakan insentif anggaran hingga Rp20 miliar bagi lima kota tebersih di Indonesia. | Foto: Youtube Setpres |
Pemerintah pusat menyiapkan skema insentif anggaran senilai Rp20 miliar untuk Lomba Kota Terbersih. Langkah ini diambil Presiden Prabowo Subianto guna memacu motivasi pemerintah daerah dalam mengelola kebersihan wilayah serta menangani persoalan sampah secara konkret.
Kebijakan berbasis insentif ini menggantikan pola lama yang sebatas memberikan penghargaan piala simbolis. Lima kota dengan predikat terbaik akan menerima masing-masing Rp20 miliar, sedangkan lima kota di peringkat bawahnya bakal mendapatkan Rp10 miliar.
Perintah Patroli Lapangan Tiap Hari
Gubernur, bupati, wali kota, hingga jajaran TNI dan Polri wajib turun ke lapangan setiap hari. Kepala daerah dilarang hanya duduk di balik meja. Mereka diminta aktif berkeliling memantau kondisi sungai, saluran air, dan area pemukiman.
Instruksi tegas dikeluarkan bagi warga maupun pelaku usaha yang membiarkan lingkungan tempat tinggal atau tempat usahanya kotor. Kepala daerah diperintahkan memberi teguran berulang. Jika teguran tersebut diabaikan, tim gabungan yang melibatkan Kepolisian dan Kejaksaan akan dikerahkan untuk mengambil tindakan.
Gotong Royong dan Martabat Bangsa
Pemberitahuan kebijakan ini disampaikan Prabowo dalam acara Akad Massal 62 ribu unit KPR Rumah Subsidi di Batang, Jawa Tengah, Kamis. Isu sampah diposisikan bukan sekadar masalah estetika lingkungan, melainkan berkaitan langsung dengan martabat bangsa.
Seluruh elemen masyarakat diminta bergerak bersama melalui aksi gotong royong rutin. Keterlibatan aktif dinantikan mulai dari tingkat RT, RW, pengurus koperasi, pengurus masjid, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga jajaran direksi BUMN demi membangun budaya disiplin di seluruh Indonesia.
