![]() |
| Analisis hampir 3.000 supernova tipe Ia selama tiga dekade memperkuat dugaan bahwa energi gelap berubah dan pengaruhnya mungkin melemah. | Foto: (Space.com) |
Executive Summary ▼
- Energi gelap kemungkinan tidak bersifat tetap dan dapat berubah seiring waktu, menurut analisis hampir 3.000 supernova tipe Ia.
- Peneliti menggabungkan data pengamatan selama tiga dekade dengan sisa cahaya dari Dentuman Besar dan peta persebaran galaksi.
- Temuan ini berbeda dari model standar kosmologi yang mengasumsikan energi gelap sebagai kekuatan yang tidak berubah.
idnwire.com — Energi gelap kemungkinan berubah seiring waktu, berdasarkan analisis terhadap hampir 3.000 supernova tipe Ia. Mengutip data laporan space.com, hasil penelitian tersebut memperkuat indikasi bahwa pengaruh energi gelap dapat semakin melemah, berbeda dari asumsi model standar kosmologi yang menempatkannya sebagai kekuatan tetap.
Peneliti menyusun katalog supernova tipe Ia dengan menggabungkan data pengamatan selama tiga dekade. Sampel tersebut kemudian dibandingkan dengan sejumlah pengukuran kosmik lain untuk menguji pola pemuaian alam semesta.
Data pembanding mencakup sisa cahaya dari Dentuman Besar dan peta persebaran galaksi. Kombinasi berbagai pengukuran itu digunakan untuk melihat apakah perilaku energi gelap konsisten dengan anggapan bahwa kekuatannya tidak berubah.
Hasil analisis memberikan bukti lebih kuat bahwa energi gelap kemungkinan bersifat dinamis.
Supernova tipe Ia berasal dari katai putih yang menyerap materi dari bintang pendamping. Ketika massanya melewati batas tertentu, katai putih tersebut meledak.
Ledakan tipe Ia memiliki tingkat kecerlangan yang relatif seragam. Karakteristik ini membuatnya dapat digunakan sebagai lilin standar, yaitu acuan untuk memperkirakan jarak objek kosmik.
Ilmuwan juga mengukur perubahan panjang gelombang cahaya supernova yang disebut pergeseran merah. Nilai tersebut membantu memperkirakan jarak supernova dari Bumi sekaligus menelusuri laju pemuaian alam semesta.
Analisis tidak hanya mengandalkan tingkat kecerlangan supernova. Pengaruh debu kosmik turut diperhitungkan karena material tersebut dapat mengubah tampilan cahaya yang sampai ke pengamat.
Massa galaksi juga dimasukkan ke dalam penghitungan. Efek pelensaan gravitasi menjadi bagian dari analisis karena gravitasi objek bermassa besar dapat memengaruhi perjalanan cahaya dari sumber yang jauh.
Penggabungan faktor-faktor tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai hubungan antara jarak supernova dan pemuaian alam semesta.
Energi gelap merupakan kekuatan misterius yang dikaitkan dengan percepatan pemuaian alam semesta. Dalam model standar kosmologi, kekuatan tersebut biasanya diperlakukan sebagai sesuatu yang tidak berubah.
Temuan dari katalog supernova menunjukkan kemungkinan berbeda. Pengaruh energi gelap diduga berubah seiring waktu dan cenderung semakin lemah.
Hasil ini juga memperkuat pengamatan sebelumnya yang telah mengarah pada dugaan serupa.
Jika energi gelap memang berubah, asumsi bahwa kekuatannya selalu konstan perlu ditinjau kembali. Analisis supernova tipe Ia menjadi salah satu dasar penting karena objek tersebut memungkinkan ilmuwan membandingkan jarak kosmik dengan perubahan pemuaian alam semesta.
Penelitian ini tidak hanya menggunakan supernova sebagai sumber data. Penggabungan dengan pengukuran sisa cahaya dari Dentuman Besar dan persebaran galaksi memberikan pembanding untuk menguji indikasi perubahan tersebut.
Hasil akhirnya menunjukkan bukti yang lebih kuat bahwa energi gelap kemungkinan tidak bersifat tetap.
