Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

AS Batasi Perlindungan Udara untuk Kapal Tanker di Selat Hormuz

kapal-induk-nuklir-uss-abraham-lincoln
AS memangkas waktu perlindungan udara bagi kapal tanker di Selat Hormuz menjadi dua periode tertentu setiap hari. | Foto: Kapal Induk Abraham USS Lincoln (Reuters)
Executive Summary ▼
  • Perlindungan udara Selat Hormuz kini dipusatkan pada dua periode tertentu setiap hari setelah AS mengurangi rentang waktu pengawalan.
  • Kapal tanker yang berlayar pada waktu rekomendasi dapat memperoleh perlindungan militer lebih besar, meski jadwal tersebut tidak wajib diikuti.
  • Pembatasan berkaitan dengan biaya operasi pesawat militer AS yang dapat mencapai 25.000-75.000 dolar AS per jam.

idnwire.com — Perlindungan udara Selat Hormuz bagi kapal komersial kini dibatasi Amerika Serikat menjadi dua periode tertentu setiap hari, setelah pola pengawalan yang sebelumnya tersedia dalam rentang waktu lebih panjang dipangkas sejak awal September. Perubahan itu dilaporkan Financial Times pada Sabtu (12/9/26).

Kapal tanker tetap dapat melintas di jalur dekat pantai Oman di bagian selatan Selat Hormuz. Kapal yang menyesuaikan perjalanan dengan waktu yang direkomendasikan Amerika Serikat akan memperoleh perlindungan militer lebih besar.

Jadwal Pengawalan Kini Lebih Terbatas

Sejak Mei, Amerika Serikat menyediakan perlindungan udara bagi kapal yang melewati jalur selatan Selat Hormuz. Pengawalan itu ditujukan untuk melindungi kapal dari serangan Iran dan menjaga sebagian aliran ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Pola pengawalan berubah pada awal September. Pusat koordinasi Amerika Serikat mulai mengirim jadwal tertentu kepada para penasihat keamanan maritim dan meminta kapal tanker mempertimbangkan waktu tersebut ketika memulai perjalanan.

Salah satu waktu yang dicantumkan dalam jadwal adalah pukul 09.00. Kapal tidak diwajibkan mengikuti jadwal tersebut, tetapi perjalanan pada periode yang direkomendasikan memberikan peluang memperoleh dukungan udara Amerika yang lebih besar.

Kapal Tak Lagi Mendapat Pengawalan Sepanjang Rentang Waktu

Sebelum pembatasan diberlakukan, kapal komersial dapat berkoordinasi dengan pusat kerja sama dan panduan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menentukan waktu perjalanan.

Kapal yang menggunakan jalur tersebut juga dapat memperoleh dukungan pesawat militer Amerika dalam rentang waktu malam yang cukup panjang.

Pola itu kini berubah. Perlindungan udara tidak lagi tersedia secara terus-menerus, melainkan dipusatkan pada periode yang telah ditentukan.

Biaya Pesawat Militer Jadi Pertimbangan

Joshua Tallis, analis kekuatan laut di lembaga riset CNA, menilai penetapan waktu khusus kemungkinan berkaitan dengan upaya Amerika Serikat mengendalikan biaya perlindungan militer.

Menurut Tallis, satu jam penerbangan pesawat militer Amerika berteknologi tinggi dapat menghabiskan biaya sekitar 25.000 hingga 75.000 dolar AS.

Kebutuhan pengawalan juga menghadapi persoalan durasi. Kapal komersial membutuhkan sekitar tujuh jam untuk melewati Selat Hormuz dengan kecepatan rendah hingga sedang.

Serangan Kapal Mendorong Kebutuhan Pengawalan

Perubahan jadwal pengawalan terjadi ketika serangan terhadap kapal komersial di kawasan meningkat. Pasukan Iran dalam beberapa bulan terakhir dilaporkan menyerang puluhan kapal sebagai bagian dari upaya mengendalikan jalur perairan tersebut.

Serangan pada malam hari juga memengaruhi pola pelayaran. Kondisi gelap yang sebelumnya menyediakan rentang waktu cukup panjang untuk perjalanan tidak lagi dianggap sebagai periode paling aman bagi kapal komersial.

Kekuatan Militer Dipusatkan pada Jam Tertentu

Seorang penasihat keamanan maritim yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan pemusatan sumber daya militer pada periode yang lebih singkat memungkinkan Washington mengerahkan kekuatan lebih besar pada jam-jam pengawalan.

Dengan pola itu, perlindungan udara dapat difokuskan ketika kapal komersial sedang melintasi Selat Hormuz, tanpa mempertahankan pengawalan dalam rentang waktu panjang.

Selat Hormuz menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia dan berada di antara kawasan Teluk dengan Laut Arab. Perubahan pengawalan membuat waktu perjalanan kapal menjadi faktor yang semakin menentukan dalam memperoleh perlindungan udara Amerika Serikat.

Penulis/Editor: Imron Darmawanto
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5