Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

Bareskrim dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Etomidate dari Malaysia

bareskrim-bea-cukai-gagalkan-penyelundupan-etomidate
Bareskrim Polri bersama Bea Cukai menggagalkan penyelundupan 5 kg Etomidate dari Malaysia dan membongkar apartemen di Jakarta Utara yang diduga jadi laboratorium produksi vape Etomidate. | Foto: Dok, Humas Polri
Executive Summary ▼
  • Etomidate seberat 5 kilogram dari Malaysia digagalkan masuk Indonesia, dengan pengungkapan yang turut membongkar apartemen di Jakarta Utara yang diduga dijadikan laboratorium rahasia produksi vape.
  • Tujuh orang diamankan, terdiri atas lima warga Malaysia yang berperan sebagai kurir, satu warga Tiongkok pengelola clandestine lab, dan satu warga Indonesia yang diduga sopir.
  • Bahan baku cair sekitar 85.000 mililiter yang disita berpotensi menghasilkan 42.500 pod dengan estimasi nilai ekonomis Rp127,5 miliar dan penyelamatan sekitar 21.250 jiwa.

IDNWIRE.COM — Penyelundupan narkotika jenis baru, Etomidate, seberat 5 kilogram dari Malaysia ke Indonesia digagalkan Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Pengungkapan berawal dari penindakan terhadap lima warga negara Malaysia oleh petugas DJBC Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta pada Jumat (25/9/2026), saat kelompok itu tiba dari Kuala Lumpur.

Direktur Tipidnarkoba Bareskrim Polri Irjen Pol Eko Hadi Santoso menjelaskan, kelima warga negara asing itu, yakni Mohammad Zulhusni bin Ab Salin, Nur Aisyah binti Abdullah, Emanuel bin Harry, Prince Alvin Robin, dan Muhammad Adam bin Julle, membawa masing-masing dua bungkus serbuk yang diduga Etomidate. Barang disembunyikan di bagian insole sepatu yang mereka kenakan.

"Secara keseluruhan ditemukan 10 bungkus dengan berat bruto 5 kg. Serbuk tersebut diuji laboratorium oleh Bea Cukai positif mengandung Etomidate," ujar Eko dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Dari penggeledahan, polisi menyita sekitar 85.000 mililiter bahan baku cair. Dengan asumsi setiap pod berukuran 2 mililiter, bahan tersebut secara teoritis berpotensi menghasilkan sekitar 42.500 pod. Berdasarkan asumsi harga jual Rp3 juta per pod, nilai ekonomisnya diperkirakan mencapai Rp127,5 miliar.

"Berdasarkan penghitungan sementara tersebut, barang bukti diperkirakan berkaitan dengan potensi beredarnya sekitar 42.400 pods mengandung Etomidate, dengan estimasi penyelamatan sekitar 21.250 jiwa," tutur Eko.

Pemeriksaan terhadap para kurir mengungkap bahwa kelima orang itu diperintah seorang perempuan yang hanya dikenal dengan panggilan "Madam" untuk membawa Etomidate dari Malaysia ke Indonesia. Komunikasi dilakukan melalui aplikasi Telegram.

Setibanya di Jakarta, para kurir diarahkan berkumpul di Yello Hotel Harmoni untuk memasukkan sepatu berisi Etomidate ke dalam sebuah koper berwarna merah. Koper itu selanjutnya akan diserahkan kepada Wu Song, warga negara Tiongkok yang diduga berperan sebagai kurir sekaligus menguasai clandestine lab.

Riwayat pengiriman jaringan ini turut didalami penyidik. Mohammad Zulhusni bin Ab Salin dan Nur Aisyah binti Abdullah diketahui telah dua kali menerima pekerjaan pengiriman Etomidate. Pengiriman pertama dilakukan dari Malaysia menuju Tokyo dengan bayaran RM7.000, dan pengiriman kedua dari Malaysia menuju Indonesia dengan bayaran RM9.000. Emmanuel bin Harry, Prince Alvin Robin, dan Muhammad Adam bin Julle disebut baru pertama kali menerima pekerjaan dari "Madam".

Penyidik mengembangkan informasi dari para kurir dan mengamankan Wu Song. Dari tangannya, polisi menemukan kunci sebuah unit apartemen di Mediterania Marina Residence, Jakarta Utara. Penggeledahan di apartemen tersebut mengungkap sejumlah peralatan dan perlengkapan yang diduga digunakan untuk memproduksi vape mengandung Etomidate.

Polisi menemukan bahan baku cair, cartridge kosong, kemasan, serta berbagai perlengkapan lainnya. "Wu Song ini berada di Indonesia sejak 19 September 2026 dan tinggal di unit apartemen tersebut," kata Eko.

Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti di Laboratorium Forensik Bareskrim Polri pada Minggu (27/9/2026) menunjukkan barang tersebut positif mengandung Etomidate.

Wu Song mengaku awalnya datang ke Indonesia pada 19 September 2026 untuk berlibur. Setibanya di Indonesia, ia dihampiri seorang pria yang memperkenalkan diri sebagai Qing dan menawarkan tempat tinggal gratis di apartemen tersebut.

Wu kemudian tinggal di apartemen itu dan mendapat tugas mencatat stok barang yang tersedia, termasuk jeriken berisi cairan, cartridge kosong, dan berbagai kemasan, melalui grup komunikasi bernama "SIGNAL". Ia juga mengaku mendapat perintah mengambil Etomidate yang disimpan dalam koper di kawasan Yello Hotel Harmoni pada Jumat (25/9/2026).

"Wu diberi upah 4.000 RM atau sekitar Rp10 juta," ungkap Eko.

Selain Wu Song, polisi mengamankan Satria Surya Sumantri, warga negara Indonesia yang diduga berperan sebagai sopir. Kelima warga Malaysia diduga berperan sebagai kurir.

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai masih melakukan pendalaman terhadap jaringan tersebut, termasuk melacak pihak yang menggunakan nama "Madam" dan "Qing". Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya membongkar jaringan peredaran Etomidate lintas negara sekaligus mencegah produksi dan peredarannya dalam bentuk vape di Indonesia.

Penulis: Budi Siswanto
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5