![]() |
| Anthropic mengungkap dugaan penggunaan Claude untuk membantu melatih AI rival. Alibaba disebut terkait lebih dari 151 juta interaksi untuk pengembangan Qwen. | Foto: Pexels,googledeepmind |
Executive Summary ▼
- Claude dipakai untuk latih AI rival dalam dugaan operasi distillation berskala besar, dengan Alibaba dikaitkan dengan lebih dari 151 juta interaksi untuk membantu pengembangan Qwen.
- Anthropic juga menyebut DeepSeek, Moonshot AI, Xiaomi, dan sejumlah laboratorium AI China dalam laporan ancaman terbarunya.
- Claude disebut digunakan kelompok siber Rusia dan China untuk sejumlah tahapan serangan, termasuk phishing, pengumpulan informasi target, dan modifikasi malware.
idnwire.com — Anthropic mengungkap dugaan penggunaan Claude untuk membantu meningkatkan kemampuan model AI rival melalui operasi distillation berskala besar. Alibaba disebut menjadi kasus terbesar dengan lebih dari 151 juta interaksi yang diduga diarahkan untuk membantu pengembangan model Qwen.
Alibaba Dikaitkan dengan 151 Juta Interaksi
Dalam laporan ancaman terbarunya, Anthropic menyebut aktivitas yang melibatkan Alibaba, DeepSeek, Moonshot AI, Xiaomi, dan sejumlah laboratorium AI China lainnya.
Anthropic menilai sebagian aktivitas itu sebagai illicit distillation. Teknik distillation sendiri lazim digunakan dalam industri AI. Model yang lebih kecil dapat memanfaatkan keluaran model yang lebih besar sebagai bagian dari proses pelatihan untuk menghemat biaya dan waktu pengembangan.
Persoalan yang diangkat Anthropic berkaitan dengan dugaan penggunaan Claude dalam skala besar melalui akun palsu dan pelanggaran pembatasan layanan.
Alibaba disebut menjalankan kampanye terbesar dengan lebih dari 151 juta interaksi yang diduga membantu meningkatkan kemampuan Qwen.
DeepSeek dan Moonshot Disebut Kumpulkan Data Pelatihan
Anthropic juga menuduh Moonshot dan DeepSeek menyalurkan percakapan pengguna asli ke Claude. Data tersebut disebut digunakan untuk mengumpulkan bahan bagi proses pelatihan model AI.
Skala aktivitas yang diungkap kali ini jauh lebih besar dibandingkan laporan Anthropic pada Februari 2026. Ketika itu, DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax disebut menghasilkan lebih dari 16 juta pertukaran melalui sekitar 24.000 akun palsu.
Anthropic menyatakan temuan terbaru tersebut menjadi bagian dari investigasi terhadap cara model Claude digunakan untuk meningkatkan kemampuan sistem AI lain.
Claude Dipakai untuk Latih AI Rival Jadi Sorotan
Penggunaan keluaran model AI lain untuk pelatihan bukan persoalan baru dalam pengembangan teknologi AI. Distillation dapat digunakan secara sah sebagai metode untuk membangun model yang lebih kecil dan efisien.
Tudingan Anthropic berfokus pada dugaan skala penggunaan, akun palsu, serta aktivitas yang disebut melanggar pembatasan layanan Claude.
Tuduhan itu berasal dari investigasi Anthropic dan belum diverifikasi secara independen. Alibaba maupun perusahaan lain yang disebut belum terbukti secara hukum melakukan pencurian teknologi.
Claude Juga Disebut dalam Serangan Siber
Laporan Anthropic mencatat penggunaan Claude tidak hanya berkaitan dengan persaingan pengembangan model AI. Perusahaan juga mendokumentasikan pemanfaatan AI oleh kelompok siber dari Rusia dan China.
Claude disebut digunakan dalam beberapa tahapan serangan, mulai dari menyusun phishing, mengumpulkan informasi mengenai target, sampai memodifikasi malware agar lebih sulit terdeteksi.
Anthropic menilai peran manusia dalam aktivitas tersebut mulai bergeser. Manusia semakin berfungsi sebagai pengawas, sedangkan AI menangani lebih banyak tahapan teknis secara otomatis.
Tuduhan Distillation Memicu Perselisihan
Temuan Anthropic muncul dua hari setelah pemerintah Amerika Serikat menuduh enam perusahaan AI China, termasuk Alibaba, DeepSeek, dan Moonshot, menggunakan distillation untuk menyalin kemampuan model buatan Anthropic, OpenAI, Google, dan SpaceX.
China menolak tudingan tersebut. Pemerintah China menyebut distillation sebagai teknik yang netral dan umum digunakan dalam industri AI.
Perselisihan itu menempatkan distillation di tengah persaingan pengembangan model AI. Perdebatan kini mencakup batas penggunaan keluaran model lain, terutama ketika teknik tersebut diterapkan dengan akun palsu atau dalam skala besar.
