Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

PT Timah Tbk Bukukan Laba Bersih Rp 2,7 Triliun Hingga Semester I 2026

pt-timah-tbk-persero-tins
PT Timah Tbk mencetak laba bersih Rp 2,7 triliun pada semester I 2026, melejit 805 persen dan melampaui target tahunan RKAP.
Executive Summary ▼
  • Laba bersih PT Timah Tbk melonjak 805 persen menjadi Rp 2,7 triliun hingga semester I 2026.
  • EBITDA emiten berkode saham TINS ini menembus Rp 3,9 triliun, melampaui target RKAP setahun penuh.
  • Manajemen perseroan kini menyusun perubahan RKAP 2026 setelah realisasi indikator keuangan melampaui asumsi awal.

idnwire.com — Laba bersih PT Timah Tbk (TINS) melonjak 805 persen menjadi Rp 2,7 triliun hingga semester I 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Angka perolehan bersih ini mencatatkan realisasi yang melampaui target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.

Direktur Keuangan TINS, Fina Eliani, dalam forum Public Expose Live 2026 memaparkan bahwa manajemen perseroan tengah menyusun perubahan RKAP 2026. Langkah revisi diambil berpatokan pada capaian indikator operasional serta keuangan yang telah berada jauh di atas asumsi serta target awal garapan pemegang saham.

Pertumbuhan Pendapatan dan Penguatan Neraca

Pendapatan perseroan menyentuh Rp 10,4 triliun hingga Juni 2026, naik 147 persen dari periode sama tahun sebelumnya. Perolehan omzet ini menyumbang 67 persen dari total target pendapatan tahunan dalam RKAP 2026. EBITDA perusahaan terkumpul Rp 3,9 triliun, melonjak 363 persen dan resmi menembus target satu tahun penuh.

Sisi neraca keuangan menunjukkan total aset TINS bertengger di angka Rp 16,4 triliun pada akhir semester I 2026, tumbuh 21 persen secara tahunan. Lonjakan portofolio aset didorong akumulasi kas dan setara kas yang merangkak naik dari Rp 1,7 triliun pada akhir 2025 menjadi kisaran Rp 4 triliun.

Proyeksi Biaya Operasional Dampak Harga BBM

Perhitungan cash cost perseroan berada di level US$ 22.435 per ton sepanjang semester I 2026. Nilai beban modal operasional ini diproyeksikan merangkak naik ke kisaran US$ 23.000 hingga US$ 24.000 per ton sampai penutupan tahun 2026.

Kenaikan cash cost dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak langsung pada peningkatannya biaya komponen material serta pengadaan spare parts peralatan produksi.

Penulis/Editor: Bagus Setiawan
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5