![]() |
| Pernyataan Donald Trump soal klaim Selat Hormuz memicu aksi saling sindir. Diplomat Rusia menyebutnya lelucon, sementara pihak Iran balik memajang peta klaim California. |
Executive Summary ▼
- Klaim Selat Hormuz yang diunggah Donald Trump memicu respons satire dari diplomat Rusia dan aksi balasan dari pihak Iran di media sosial.
- Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad mengunggah peta California bertuliskan wilayah baru Republik Islam Iran sebagai bentuk sindiran.
- Komunitas diaspora Iran di Los Angeles County mencakup sekitar 141.000 jiwa yang terkonsentrasi di kawasan Westwood atau Tehrangeles.
Pernyataan Donald Trump mengenai klaim Selat Hormuz sebagai wilayah baru Amerika Serikat memicu gelombang respons satire dari pihak Rusia dan Iran. Reaksi tersebut mencuat usai Trump mengunggah peta bertuliskan "Wilayah baru AS Selat Hormuz" di platform Truth Social dan menyatakan pembatalan negosiasi dengan Iran.
Respon Satire Iran Lewat Peta California
Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, membalas klaim tersebut melalui akun X resmi @IraninHyderabad pada Rabu (19/8/2026). Pihak perwakilan me-repost tangkapan layar konten Truth Social milik Trump, lalu mengunggah peta Amerika Serikat yang menandai Negara Bagian California dengan warna biru.
"Wilayah baru Republik Islam Iran," tulis akun Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad pada unggahan yang meraup lebih dari 15.100 suka, 1.700 unggah ulang, dan 463 komentar tersebut.
California Selatan, khususnya Los Angeles County, merupakan pusat populasi diaspora Iran terbesar di luar negerinya. Data Iranian Diaspora Dashboard dari Center for Near Eastern Studies Universitas California mencatat sekitar 141.000 warga AS keturunan Iran menetap di wilayah tersebut. Komunitas ini berkembang pasca-Revolusi Islam 1979 dan memusatkan aktivitasnya di kawasan Westwood, yang populer dengan julukan "Tehrangeles".
Ejekan Diplomat Rusia Atas Klaim AS
Perwakilan Tetap Rusia untuk organisasi-organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, turut mengolok-olok unggahan peta dari Gedung Putih tersebut. Lewat akun X miliknya pada 16 Agustus, Ulyanov menilai klaim atas jalur pelayaran vital tersebut tidak masuk akal.
"Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa ancaman untuk menyatakan Selat Hormuz sebagai 'wilayah AS' hanyalah lelucon. Sebuah selera humor yang sangat istimewa," tulis Ulyanov.
