Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

Operasi Tangkap Tangan KPK Jerat Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dan Jajaran

gedung kpk
KPK menjaring Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq dan dua wakil rektor dalam Operasi Tangkap Tangan KPK ke-19 sepanjang tahun 2026 pada Jumat.
Executive Summary ▼
  • Operasi Tangkap Tangan KPK ke-19 pada 2026 menjaring Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq beserta dua wakil rektornya.
  • Penyidik penyidik memegang batas waktu 1 x 24 jam sesuai KUHAP untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap.
  • Penindakan di Unsoed menambah daftar panjang operasi penindakan lembaga rasuah yang telah menangkap puluhan pejabat publik sejak Januari 2026.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof Akhmad Sodiq dalam Operasi Tangkap Tangan KPK pada Jumat. Penindakan ini menjadi operasi penindakan ke-19 yang dilancarkan lembaga antirasuah sepanjang tahun 2026.

Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan penangkapan pimpinan perguruan tinggi negeri di Purwokerto tersebut. Selain sang rektor, tim penyidik mengamankan Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Noor Farid serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Norman Arie Prayogo.

Mengenai keterlibatan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof Kuat Puji Prayitno serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Prof Waluyo Handoko, pihak pimpinan masih menunggu laporan berkala dari tim di lapangan. Rincian pihak-pihak yang dibawa ke Jakarta juga masih dalam proses pembaruan data. Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), lembaga antirasuah memegang waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

Deretan Pejabat Daerah dan Kementrian Terjaring OTT 2026

Operasi penindakan di lingkungan Unsoed memperpanjang daftar tangkap tangan KPK selama delapan bulan terakhir. Pada Juli 2026, empat kepala daerah terjaring dalam OTT ke-15 hingga ke-18, yakni Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, serta Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Gelombang penindakan Juni 2026 mencatatkan penangkapan Bupati Muara Enim Edison (OTT ke-12), ASN Badan Pemeriksa Keuangan RI (OTT ke-13), dan Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby yang menyerahkan diri dalam OTT ke-14. Momen tersebut juga diwarnai aksi penyerahan diri Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim. Setelah nihit kegiatan penindakan pada Mei, KPK sebelumnya menangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo pada April 2026.

Rekam Penindakan Awal Tahun Lembaga Rasuah

Rangkaian penindakan dimulainya sejak awal tahun. Pada 9-10 Januari 2026, OTT pertama menjaring delapan orang terkait kasus dugaan suap pemeriksaan pajak KPP Madya Jakarta Utara Ditjen Pajak Kemenkeu periode 2021-2026. Pada bulan yang sama, Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo ditangkap berturut-turut dalam OTT kedua serta ketiga.

Aksi berlanjut pada Februari 2026 dengan penangkapan Kepala KPP Madya Banjarmasin Kalimantan Selatan pada OTT keempat. Di bulan yang sama, mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai yang menjabat Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, Rizal, terjaring OTT kelima. OTT keenam menyeret Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan.

Memasuki bulan Ramadhan pada Maret 2026, penyidik menggelar tiga operasi terpisah. Aksi tersebut menjaring Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

Penulis/Editor: Juanda Data Wijaya
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5