![]() |
| Gempa bumi Magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, NTT, menyebabkan dua orang meninggal dunia serta memicu evakuasi warga di wilayah pesisir. | Ilustrasi, Foto: dihasilkan ai |
Executive Summary ▼
- Gempa Magnitudo 7,7 Nagekeo NTT mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu pukul 04.58.24 WIB dengan kedalaman 15 kilometer di laut timur laut Mbay.
- Laporan Kodim Sikka mencatat dua orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sejumlah gempa susulan berkekuatan hingga Magnitudo 6,2 terjadi pascagempa utama.
Gempa bumi Magnitudo 7,7 Nagekeo NTT mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pukul 04.58.24 WIB. Episenter gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer dengan titik sekitar 38 kilometer timur laut Mbay. Guncangan kuat dirasakan warga selama kurang lebih satu menit yang memicu kepanikan hingga membuat masyarakat berhamburan keluar rumah.
Dampak getaran dirasakan luas mulai dari sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur hingga Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah langsung mengarahkan evakuasi warga yang berada di kawasan pesisir menyusul adanya peringatan dini tsunami.
Dampak Korban Jiwa dan Evakuasi Lapangan
Laporan pendahuluan Kodim Sikka menyatakan peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Dua orang dilaporkan meninggal dunia terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka. Tim gabungan dari unsur Basarnas, TNI, dan Polri diterjunkan langsung ke lokasi kejadian guna melaksanakan proses evakuasi serta verifikasi data korban secara intensif.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan Pusat Pengendalian Operasi untuk berkoordinasi dengan seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah terdampak. Pendataan menyeluruh difokuskan pada pemantauan kondisi masyarakat, pencatatan kerusakan bangunan, serta penanganan korban di lapangan.
Rangkaian Gempa Susulan dan Wilayah Terdampak
Aktivitas seismik susulan tercatat terjadi beruntun pascagempa utama di kawasan tersebut. Guncangan susulan pertama tercatat berkekuatan Magnitudo 6,2 pada pukul 05.13.53 WIB, disusul gempa berkekuatan Magnitudo 6,2 pada pukul 05.28.40 WIB. Aktivitas gempa berlanjut dengan Magnitudo 5,6 pada pukul 05.37.19 WIB serta Magnitudo 5,5.
Getaran gempa turut dirasakan secara nyata di Kabupaten Manggarai Barat, Kota Bima di Nusa Tenggara Barat, hingga Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Maros di Sulawesi Selatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap tenang, menjauhi bangunan retak, serta memantau informasi resmi dari instansi berwenang.
Sumber: BNPB
