Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

Venus Aerospace Raih Dana 91 Juta Dolar demi Kembangkan Mesin Roket Detonasi Berputar

Venus Aerospace mengamankan pendanaan Seri B sebesar $91 juta untuk mematangkan mesin roket detonasi berputar (RDRE) dari skala prototipe menuju sistem produksi massal.
Venus Aerospace menguji mesin roket detonasi berputar revolusionernya
Venus Aerospace menguji mesin roket detonasi berputar revolusionernya. | Foto: Venus Aerospace
Sedang merangkum artikel secara kilat...
AI Generated

Pengembangan Skala Besar Mesin Roket Detonasi Berputar

Industri penerbangan hipersonik dan penjelajahan antariksa bersiap menyambut lompatan teknologi baru. Perusahaan teknologi kedirgantaraan asal Houston, Venus Aerospace, resmi mengumumkan penutupan putaran pendanaan Seri B mereka pada Rabu, 8 Juli 2026. Pendanaan ini berhasil mengamankan modal segar sebesar $91 juta yang ditujukan khusus untuk mentransformasi mesin roket detonasi berputar (RDRE) dari bentuk prototipe operasional menjadi sistem propulsi komersial berskala besar.

Melansir laporan Space, investasi teranyar ini dipimpin oleh Mercury Fund, sebuah perusahaan modal ventura lokal Houston. Langkah strategis ini juga mendapat dukungan dari raksasa dirgantara global melalui Lockheed Martin Ventures serta beberapa pemodal lainnya. Pendiri sekaligus CEO Venus Aerospace, Sassie Duggleby, menyatakan bahwa kucuran dana ini menjadi pijakan krusial untuk membawa teknologi RDRE masuk ke jalur manufaktur massal demi memenuhi kebutuhan rantai pasokan pertahanan dan penerbangan komersial berkecepatan tinggi.

Keunggulan Mekanisme Propulsi RDRE Dibanding Roket Konvensional

Inovasi yang digarap Venus Aerospace memutus pola kerja mesin pendorong tradisional. Pada roket biasa, bahan bakar dibakar secara konvensional di dalam ruang pembakaran tertutup lalu diarahkan keluar melewati corong nosel. Sistem RDRE bekerja menggunakan ruang pembakaran berbentuk cincin yang memicu gelombang detonasi secara terus-menerus dan bersirkulasi secara kontinu. Mekanisme ini menciptakan tekanan konstan yang menghasilkan daya dorong masif, sekaligus memangkas kebutuhan volume bahan bakar.

Konsep teoretis ini sudah lama ada namun kerap mentok di meja cetak biru dan fiksi ilmiah. Berdasarkan data yang dikutip dari Space, Venus Aerospace memecahkan kebuntuan tersebut lewat uji terbang perdana wahana demonstrator mereka di wilayah udara Amerika Serikat pada Mei 2025. Keberhasilan operasional prototipe berdaya dorong tinggi setahun lalu itu langsung memikat perhatian mantan wakil administrator NASA sekaligus astronot pesawat ulang-alik, Pam Melroy, yang kemudian bergabung ke dalam dewan direksi perusahaan.

Target Operasional Penerbangan Mach 6 dan Misi Bulan

Arsitektur mesin baru ini dirancang untuk fleksibilitas misi yang luas. Salah satu target jangka panjangnya adalah mentenagai pesawat komersial jarak jauh agar mampu lepas landas langsung dari landasan pacu konvensional dan melesat hingga kecepatan Mach 6. Kegunaan lainnya mencakup penyediaan mesin penggerak bagi kendaraan transfer orbital satelit serta sistem pendarat wahana antariksa masa depan di permukaan Bulan.

Salah satu pendiri yang juga menjabat CTO Venus Aerospace, Andrew Duggleby, menekankan bahwa fokus tim teknik saat ini adalah menyelaraskan efisiensi daya dorong dengan aspek kemampuan penggunaan kembali mesin (reusability). Penggunaan talenta manufaktur domestik diklaim mempercepat proses integrasi misi militer dan eksplorasi sipil. Perusahaan kini memfokuskan seluruh sumber daya untuk menerjemahkan keunggulan teknologi ini ke dalam sistem produksi yang andal untuk kebutuhan operasional nyata.

Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5