Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

Kementerian ESDM Hitung Harga Keekonomian Pertamax di Tengah Fluktuasi Pasar Global

di Pom Pertamina memperlihatkan visual tuisan Pertamax
Kementerian ESDM mengalkulasi harga keekonomian Pertamax menyusul penurunan nilai minyak dunia di bawah 84 dolar AS per barel akibat dinamika geopolitik global.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan skema perhitungan harga keekonomian Pertamax untuk merespons ketidakpastian pasar global. Langkah evaluasi ini diambil menyusul penurunan signifikan nilai minyak mentah dunia akibat dinamika geopolitik internasional.

Wakil Menteri ESDM Yuliot menjelaskan kalkulasi nilai jual produk nonsubsidi ini berpatokan pada formula khusus. Struktur pembentuknya bertumpu pada Biaya Pokok Penyediaan (BPP) PT Pertamina (Persero) yang kemudian diakumulasikan dengan proyeksi keuntungan perusahaan. Pemerintah memantau pergerakan harga pasar secara berkala untuk menentukan angka yang ideal bagi masyarakat.

Dinamika politik internasional memicu fluktuasi tinggi pada pergerakan sektor energi. Fluktuasi tersebut menjadi dasar bagi otoritas dalam merumuskan angka rata-rata komoditas mentah ini sebelum memutuskan kebijakan baru di tingkat retail.

Korelasi Harga Brent dan WTI

Data perdagangan terkini memperlihatkan penurunan nilai komoditas energi global lebih dari 2 persen. Minyak mentah acuan Brent untuk pengiriman Oktober merosot 2,34 persen ke angka 83,86 dolar AS (sekitar Rp1,51 juta dengan kurs Rp18.070) per barel. Penurunan di bawah level 84 dolar AS ini menjadi yang pertama kali terjadi sejak pertengahan Juli.

Kondisi serupa melanda jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September yang melemah 2,28 persen menjadi 80,73 dolar AS (sekitar Rp1,46 juta) per barel. Rapor merah ini berbanding terbalik dengan lonjakan tajam pada pekan sebelumnya, di mana Brent sempat menyentuh angka 100,07 dolar AS (sekitar Rp1,81 juta) per barel dan WTI bertengger di level 91,48 dolar AS (sekitar Rp1,65 juta) per barel.

PT Pertamina (Persero) dipastikan langsung menyesuaikan nominal jual ke konsumen jika rata-rata harga pasar internasional ini terbukti konsisten melemah pada penutupan periode perhitungan resmi.

Keseimbangan Bisnis dan Proteksi Konsumen

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komparasi angka komoditas mentah global serta Indonesian Crude Price (ICP) tetap dipantau hati-hati. Rapat koordinasi bersama para badan usaha penyedia bahan bakar disiapkan untuk merumuskan kebijakan yang seimbang. Formulasi yang dilahirkan ditargetkan tidak membebani 20 persen kelompok masyarakat kelas menengah atas selaku konsumen utama BBM nonsubsidi.

Formulasi harga juga dirancang agar tidak mengganggu keberlangsungan bisnis sektor hulu hingga hilir migas nasional. Perhitungan cermat ini menjamin operasional pelaku industri tetap sehat di tengah ketidakpastian pasar.

Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan resmi terkait stabilitas pasokan energi ini. Kerja sama pengadaan komoditas mentah serta bahan bakar jadi dengan sejumlah negara mitra berjalan sesuai target. Pasokan energi dalam negeri berada pada posisi aman hingga akhir tahun, dibarengi keputusan mempertahankan tarif seluruh jenis bahan bakar bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan.

Penulis/Editor: Juanda Data Wijaya
Tags: Ekonomi
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5