![]() |
| Di HUT ke-28 PAN, Zulkifli Hasan tegaskan pendidikan bukan barang mewah. Ia juga keluhkan biaya jalur mandiri hingga ratusan juta ke Presiden Prabowo. | Ketum PAN, Zulkifli Hasan. (Istimewa) |
Executive Summary ▼
- Pendidikan bukan barang mewah — Ketum PAN Zulkifli Hasan menegaskan pendidikan berkualitas adalah hak semua warga, bukan hanya kelompup tertentu, di HUT ke-28 PAN.
- Zulkifli mengeluhkan biaya masuk perguruan tinggi negeri jalur mandiri yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah; Presiden Prabowo merespons akan gelar rapat terbatas soal pembebasan biaya.
- PAN mendukung program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Transformasi sebagai bentuk dukungan pemerataan akses pendidikan.
IDNWIRE.COM — Pendidikan bukan barang mewah — Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan hal itu dalam sambutannya pada puncak perayaan HUT ke-28 PAN di Jakarta Convention Center, Jumat malam, 18 September 2026. Pendidikan berkualitas, kata dia, hak seluruh rakyat Indonesia tanpa diskriminasi.
"Pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi kemewahan. Tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang lahir di kota-kota besar, atau keluarga yang mampu saja. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan. Pendidikan adalah hak untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa," ujar Zulkifli.
Pernyataan itu ia lontarkan dalam kerangka pertanyaan: siapa yang akan memimpin Indonesia saat republik berusia 100 tahun pada 2045? Jawabannya ada pada generasi muda yang hari ini masih duduk di bangku sekolah dan kuliah.
"Kuncinya adalah pendidikan, membangun kualitas manusia-manusia unggul, cerdas, inovatif, kreatif, dan mandiri. Generasi yang mencintai bangsa dan negaranya, generasi yang memiliki integritas pribadi yang kuat," katanya.
Sebagai bentuk dukungan pemerataan akses, PAN menyatakan mendukung program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Transformasi.
Sekolah Rakyat yang dijalankan Kementerian Sosial kini beroperasi di 166 titik rintisan di 34 provinsi dengan 15.954 siswa dari keluarga desil satu dan dua. Tahun 2026 ditargetkan menerima lebih dari 32.000 siswa baru menuju target 500 sekolah pada 2029.
Sekolah Garuda dijalankan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2025. Hingga 2026 telah ditetapkan 42 SMA Unggul Garuda Transformasi 12 sekolah pada 2025 dan 30 sekolah baru pada 2026 dengan target 80 sekolah pada 2029.
Program ini juga menyalurkan Beasiswa Garuda kepada 379 penerima Gelombang I 2026 untuk studi sarjana di perguruan tinggi terbaik dunia.
Zulkifli menyampaikan keluhan masyarakat soal tingginya biaya masuk perguruan tinggi negeri jalur mandiri. Laporan yang masuk ke partai menyebut angkanya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per mahasiswa.
"Banyak anak-anak muda sekarang yang mendaftar di universitas negeri. Bayarannya mahal, Pak. Jalur mandiri bayarannya mahal. Tolong, Pak, mereka menyampaikan aspirasi bayaran mahal itu kalau bisa kita bisa koreksi. Karena harapan anak-anak muda kita tentu di kampus-kampus negeri," ujarnya di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Presiden merespons pada malam yang sama: akan segera menggelar rapat terbatas mengenai pembebasan biaya pendidikan negeri.
Zulkifli memperkenalkan siswa SMA Kebangsaan sebagai tamu undangan. Para siswa itu pernah bertugas sebagai Paskibraka dan seluruhnya menerima beasiswa dari PAN bukti keberpihakan partai di luar dukungan program pemerintah.
Ia menutup dengan pesan: anak muda Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan dunia, melainkan harus menjadi pelakunya. HUT ke-28 PAN mengusung tema "Gerak Cepat Bantu Rakyat, Bersama PAN, Indonesia Maju".
