Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

Pesawat Boeing 737 Kecelakaan di Laut Arab, Puing K2 Airways Ditemukan

Pesawat kargo Boeing 737 milik K2 Airways
Tim penyelamat Pakistan menemukan puing K2 Airways setelah Boeing 737 kecelakaan di Laut Arab. Radar merekam pergerakan drastis sebelum pesawat kargo itu jatuh. | Ilustrasi, Foto:Threads/ prokal

Penemuan Puing K2 Airways Setelah Operasi SAR 12 Jam

Angkatan laut bersama tim penyelamat maritim Islamabad berhasil mengidentifikasi puing-puing pesawat kargo K2 Airways pada Rabu. Penemuan ini terjadi pasca operasi pencarian intensif selama 12 jam di Laut Arab, lepas pantai Ormara, Pakistan. Pesawat berjenis Boeing 737 kecelakaan di Laut Arab saat sedang menempuh rute penerbangan logistik dari Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Karachi dengan mengangkut lima orang awak.

Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan (PAA) memastikan penemuan bagian-bagian kapal terbang tersebut. Berdasarkan data yang dikutip dari CNBC Indonesia, pemerintah Pakistan kini memfokuskan segala sumber daya angkatan maritim dan angkatan udara untuk mencari kelima kru yang statusnya masih hilang. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif langsung menyampaikan rasa duka mendalam dan melabeli jatuhnya armada swasta ini sebagai sebuah tragedi nasional.

Kronologi Ket ketat Radar dan Transmisi Darurat Kokpit

Komunikasi terakhir dari ruang kemudi mengonfirmasi adanya situasi gawat darurat di udara. Kru pesawat sempat mengontak petugas pengatur lalu lintas udara (air traffic control) untuk melaporkan kerusakan sistem navigasi. Selang beberapa menit kemudian, awak kembali mengirim pesan darurat yang menyatakan kondisi pesawat melintir atau "berguling dan mengapung" sebelum akhirnya senyap sama sekali.

Detik-detik sebelum hilang dari pantauan juga terekam jelas oleh alat pemantau penerbangan. PAA menyebut pesawat mendadak kehilangan daya angkat dan langsung berbelok tajam. Melansir laporan CNBC Indonesia, layanan pelacak Flightradar24 memperlihatkan dinamika ketinggian yang tidak biasa. Pesawat sempat menukik turun, mencoba naik kembali, hingga akhirnya mengalami penurunan ketinggian fase kedua yang sangat ekstrem.

Kontak sinyal terputus total sekitar pukul 21.21 WIB. Posisi terakhir burung besi itu berada di jarak 155 mil laut atau berkisar 287 kilometer di sebelah barat Karachi, sesaat setelah keluar dari ruang udara UEA.

Riwayat Operasional Eks Pesawat Garuda Indonesia

Manajemen K2 Airways menyatakan sikap kooperatif dan siap mendukung penuh investigasi yang dipimpin PAA beserta instansi pemerintah lainnya. Pihak maskapai juga sudah merilis daftar identitas kelima kru pesawat ke publik. Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi perusahaan mengingat pesawat nahas tersebut merupakan satu-satunya armada aktif yang mereka miliki semenjak mulai dioperasikan pada tahun 2024.

Burung besi bermesin ganda ini memiliki rekam jejak panjang di dunia penerbangan global sejak diproduksi pada tahun 1999. Sebelum dimodifikasi menjadi angkutan kargo pada tahun 2012, Boeing 737 ini berfungsi sebagai pesawat komersial penumpang yang diandalkan oleh maskapai besar seperti Aeroflot dan Garuda Indonesia.

Hingga saat ini, tim penyidik masih bekerja keras menyisir lokasi penemuan untuk mengungkap penyebab utama kegagalan mekanis atau faktor lain yang memicu kecelakaan. Apabila kelima awak kapal dipastikan tidak selamat, peristiwa kelam ini bakal tercatat sebagai kecelakaan penerbangan fatal pertama di wilayah Pakistan sejak runtuhnya pesawat Pakistan International Airlines PIA 8303 di pemukiman Karachi yang menelan 97 korban jiwa pada tahun 2020 lalu.

Penulis/Editor: Juanda Data Wijaya
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5