![]() |
| Presiden Prabowo resmi meresmikan 6 kodam baru beserta ratusan satuan TNI dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap. | Dok: Youtube Setpres |
Executive Summary ▼
- Presiden Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru dan 204 satuan baru TNI dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin (5/10).
- Upacara militer tersebut melibatkan 3.378 personel gabungan dari unsur TNI AD, TNI AL, serta TNI AU dan menampilkan 38 alat utama sistem persenjataan dengan mengusung tema TNI Kuat Bersama Rakyat.
- Jajaran satuan baru yang diresmikan meliputi 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, unsur Marinir, Korpasgat, hingga skadron udara dan radar.
IDNWIRE.COM — Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengesahkan pembentukan enam komando daerah militer baru di lingkungan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
Pengesahan struktur militer tersebut dilaksanakan bertepatan dengan penyelenggaraan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI yang bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin (5/10).
Kepala Negara menyatakan peresmian ini secara langsung melalui pernyataan pembukaan di hadapan para prajurit. Ucapan pengesahan tersebut dibarengi dengan peluncuran ratusan satuan baru di bawah komando militer nasional.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Senin 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI," ujar Prabowo saat menyampaikan amanat peresmian.
Enam komando daerah militer yang baru saja dibentuk tersebar di berbagai wilayah kepulauan dan daratan nusantara untuk memperkuat pertahanan teritorial. Satuan teritorial anyar tersebut mencakup Kodam XXV/Mahmud Riaasyah yang berkedudukan di wilayah Kepulauan Riau.
Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta kini memiliki Kodam XXVI/Mataram sebagai bagian dari penambahan struktur komando. Pembangunan teritorial di kawasan timur Indonesia juga diperkuat melalui pendirian Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur.
Wilayah Maluku Utara mendapatkan tambahan kekuatan pertahanan melalui pembentukan Kodam XXVIII/Maluku Kiraha. Di tanah Papua, pemerintah mengesahkan pembentukan Kodam XXIX/Mambruk yang berlokasi di Papua Tengah. Rangkaian enam komando militer baru ini ditutup dengan pengesahan Kodam XXX/Winambora di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Pengesahan struktur pertahanan ini tidak terbatas pada pembentukan komando daerah militer saja. Pemerintah turut menghadirkan puluhan brigade infanteri serta ratusan batalyon baru untuk memperkuat postur pertahanan darat.
Pihak istana meresmikan 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan yang disebar untuk mendukung operasional pertahanan wilayah. Selain itu, pemerintah mengesahkan 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan guna memperkuat kesiapan tempur di tingkat taktis.
Kekuatan darat juga ditambah dengan pembentukan 3 Batalyon Bantuan Tempur. Satuan bantuan tempur tersebut mencakup unsur Kavaleri, unsur Artileri Medan, serta unsur Artileri Pertahanan Udara.
Peningkatan kekuatan militer nasional juga menjangkau matra laut melalui penambahan satuan khusus marinir.
Pimpinan tertinggi negara mengesahkan pembentukan 1 Brigade Infanteri Marinir di bawah jajaran TNI Angkatan Laut. Pembentukan tersebut disertai dengan pengesahan 4 Batalyon Marinir baru.
Peningkatan postur pertahanan udara dilaksanakan melalui penambahan struktur tempur di lingkungan TNI Angkatan Udara. Satuan matra udara yang diresmikan meliputi 1 Divisi II Komando Pasukan Gerak Cepat serta 1 Brigade Korpasgat.
Kekuatan matra udara turut ditambah dengan pembentukan 3 Batalyon Korpasgat untuk memperkuat operasi pertahanan darat udara.
Pemerintah juga mengesahkan 1 Skadron Pendidikan, 2 Skadron Udara, serta 2 Satuan Radar guna memaksimalkan pengawasan wilayah udara nasional.
Penyelenggaraan upacara kenegaraan tersebut melibatkan ribuan personel militer dari berbagai matra pertahanan negara.
Berdasarkan laporan resmi , jumlah pasukan yang terlibat dalam barisan upacara mencapai 3.378 personel gabungan dari unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
Penyelenggaraan peringatan hari ulang tahun militer ini juga menampilkan gelar kekuatan alat utama sistem persenjataan. Sebanyak 38 alat utama sistem persenjataan dipamerkan dalam rangkaian kegiatan resmi tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan militer nasional ini mengusung tema pokok yaitu TNI Kuat Bersama Rakyat.
