![]() |
| Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengajak Universitas Tsinghua memperkuat riset AI di Bali serta mendesak hilirisasi rumput laut nasional. |
Executive Summary ▼
- riset AI Universitas Tsinghua di KEK Kura Kura Bali didorong segera terwujud tahun ini untuk mendukung GovTech dan transparansi layanan publik.
- Percepatan hilirisasi rumput laut nasional digalakkan agar komoditas maritim tidak lagi diekspor mentah, berkaca dari suksesnya industri nikel.
- Nilai investasi China di Indonesia menembus 70 miliar dolar AS dalam satu dekade terakhir, yang kini diarahkan menuju inovasi bersama dan pembangunan SDM.
IDNWIRE.COM — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mendesak Universitas Tsinghua, China, segera merealisasikan kolaborasi riset AI Universitas Tsinghua di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Denpasar, Minggu (4/10/2026).
Kerja sama teknologi ini difokuskan untuk mempercepat transformasi digital dan mendukung penerapan teknologi pemerintahan atau government technology (GovTech) guna meningkatkan efisiensi serta menekan potensi korupsi.
Keberadaan pusat penelitian kecerdasan buatan di pulau tersebut dinilai memerlukan suntikan keahlian dari institusi pendidikan global.
Arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan utama agar pemanfaatan teknologi tata kelola pemerintahan berjalan optimal melalui sokongan riset Negeri Tirai Bambu.
Kemitraan strategis Indonesia dan China diarahkan memasuki fase baru yang melampaui investasi pabrik fisik semata. DEN menargetkan terbangunnya ekosistem pengetahuan yang melibatkan ilmuwan, akademisi, serta generasi muda.
Pemerintah memproyeksikan pendirian laboratorium bersama, program penelitian terpadu, hingga publikasi ilmiah lintas perguruan tinggi. KEK Kura Kura Bali diposisikan sebagai simpul penghubung pendidikan dan industri tingkat regional di Asia Tenggara.
Selain sektor kecerdasan buatan, fokus kebijakan ekonomi turut diarahkan pada percepatan hilirisasi rumput laut nasional.
Komoditas maritim tersebut diwajibkan untuk diolah di dalam negeri guna menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi, mengakhiri praktik ekspor bahan mentah.
Keberhasilan program hilirisasi nikel dijadikan acuan utama dalam membangun rantai pasok industri pengolahan rumput laut. Dukungan investasi berbasis teknologi dipandang krusial untuk memastikan nilai ekonomi komoditas kelautan dirasakan langsung oleh tenaga kerja lokal.
Akumulasi penanaman modal dari China yang mencapai 70 miliar dolar AS dalam kurun waktu satu dekade terakhir kini ditransformasikan ke ranah transfer pengetahuan. Penguasaan teknologi dan kapabilitas sumber daya manusia menjadi target utama dari setiap kerja sama bilateral yang terjalin.
