Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

Rusia dan China Veto Resolusi AS di DK PBB Soal Panel Sanksi Iran

Rusia dan China memveto rancangan resolusi AS di Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang mandat panel ahli Komite 1737. 11 suara mendukung tidak cukup menyelamatkan.
Executive Summary ▼
  • Hak veto Rusia dan China di Dewan Keamanan PBB memblokir rancangan resolusi AS untuk memperpanjang mandat panel ahli Komite 1737 terkait sanksi Iran.
  • Beijing menyebut serangan AS terhadap Iran sebagai akar krisis dan menolak sanksi; Moskow menyatakan Komite 1737 tidak sah karena Resolusi 2231 telah berakhir.
  • Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, mengapresiasi veto Rusia dan China atas sanksi yang disebutnya usang dan kehilangan efektivitasnya.

IDNWIRE.COM — Hak veto Rusia dan China mematikan rancangan resolusi Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB yang berupaya memperpanjang mandat panel ahli terkait Komite 1737 terkait sanksi Iran.

Mengutip laporan kantor berita MehrNews, Dari 15 anggota dewan, 11 negara menyetujui rancangan itu, tetapi dua suara menentang dari Rusia dan China langsung menutup pintu, sebagaimana disampaikan dalam rapat di bawah kepresidenan bergilir Prancis pada Kamis. Pakistan dan Somalia memilih abstain.

Perwakilan China Fu Cong menolak rancangan tersebut dan menyerukan Dewan Keamanan menunjukkan "tindakan bertanggung jawab" atas isu program nuklir Iran.

Fu menggambarkan serangan AS terhadap Iran sebagai "akar dari krisis saat ini" dan menyatakan sanksi justru akan menaikkan ketegangan.

Beijing juga menandai berakhirnya Resolusi 2231 pada 18 Oktober 2025 sebagai penutup perhatian Dewan Keamanan atas isu nuklir Iran.

Ia menentang menjadikan dewan sebagai panggung kepentingan unilateral, dan mengajak semua pihak menjaga kredibilitas multilateralisme untuk mencapai resolusi politik terhadap isu ini.

Vasily Nebenzia, perwakilan Rusia di Dewan Keamanan, menyatakan tegas bahwa Komite 1737 "tidak sah" karena mekanisme pemberlakuan kembali sanksi (snapback mechanism) belum diaktifkan. Ia menegaskan Resolusi 2231 sudah berakhir dan tidak lagi masuk agenda dewan.

Pertemuan soal ini menurut Nebenzia tidak berdasar hukum dan prosedural. Rusia juga menolak legitimasi yang dibangun lewat snapback mechanism, karena baik pemulihan sanksi maupun pengembalian resolusi lama 1737 dan 1929 terhadap Iran tidak pernah terjadi.

Nebenzia mengungkap Moskow sudah memperingatkan sponsor rancangan resolusi menjelang pemungutan suara, namun AS nekat berjalan konfrontasi politik.

Ia menilai langkah itu bagian dari "langkah eskalasi" negara-negara Barat soal isu nuklir Iran.

Penulis: Widiyan Pramesti
Editor: Budi Siswanto
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5