Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

Rupiah Melemah 0,26% menjadi Rp17.685 per Dolar AS

rupiah-melemah-026-persen-ke-rp17685-per-dolar-as
Rupiah melemah 0,26% menjadi Rp17.685 per dolar AS dan mencatat pelemahan empat hari berturut-turut di tengah penguatan dolar global.
Executive Summary ▼
  • Rupiah melemah 0,26% menjadi Rp17.685 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (15/9/2026), menjadi pelemahan empat hari berturut-turut.
  • Dolar AS menguat 0,22% ke level 99,606, mendorong permintaan aset aman dan kekhawatiran pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.
  • Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed mencapai sekitar 93%, naik dari sekitar 60% pada pekan sebelumnya.

idnwire.com — Rupiah melemah 0,26% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan ditutup di level Rp17.685/US$ pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Posisi ini menjadi pelemahan rupiah selama empat hari berturut-turut, berdasarkan data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia.

Tekanan terhadap rupiah terjadi sepanjang sesi perdagangan. Mata uang Garuda dibuka melemah 0,06% di Rp17.650/US$ dan terus bergerak di zona merah hingga menyentuh titik terlemah harian di Rp17.703/US$.

Rupiah Melemah di Tengah Penguatan Dolar AS

Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia berada di level 99,606 pada pukul 15.00 WIB. Angka itu menunjukkan penguatan 0,22%.

Permintaan terhadap dolar meningkat seiring kebutuhan investor terhadap aset aman di tengah konflik yang kembali memanas di Timur Tengah.

Serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal di Selat Hormuz turut meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan energi dunia. Harga minyak mentah Brent juga konsisten berada di atas US$100 per barel.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kenaikan harga energi ikut memperkuat perkiraan pasar mengenai kebijakan suku bunga Amerika Serikat pada pekan ini.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang The Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini mencapai sekitar 93%. Probabilitas itu meningkat dari sekitar 60% pada pekan lalu.

Ekspektasi kenaikan suku bunga membuat aset berdenominasi dolar semakin menarik. Penguatan greenback kemudian menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Suahasil Dinilai Bisa Jaga Kredibilitas Fiskal

Pergerakan rupiah juga berlangsung setelah Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026).

Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz menilai pengalaman panjang Suahasil di Kementerian Keuangan dapat menjadi modal untuk menjaga kredibilitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Irman, rekam jejak Suahasil dapat meminimalkan risiko selama masa transisi. Latar belakangnya sebagai teknokrat juga dinilai dapat menjaga kesinambungan kebijakan dan kelembagaan dalam pengelolaan fiskal.

"Secara keseluruhan, kami memperkirakan kebijakan fiskal akan tetap mendukung pertumbuhan sembari mempertahankan aturan fiskal 3% sebagai jangkar kredibilitas utama," ujar Irman kepada CNBC Indonesia, Senin (14/9/2026).

Tekanan dari faktor eksternal tetap membayangi rupiah meski terdapat pandangan positif terhadap kesinambungan kebijakan fiskal setelah pergantian Menteri Keuangan.

Peulis/Editor: Bagus Setiawan
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5