Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

Retakan Afrika Timur Makin Dalam, Lautan Baru Menanti Jutaan Tahun

retakan-afrika-timur-makin-dalam-lautan-baru-menanti-jutaan-tahun
Turkana Rift di Kenya-Ethiopia menunjukkan retakan Afrika Timur sudah masuk fase necking: kerak tengah hanya 13 km, tipis jauh di bawah tepian 35 km. | Ilustrasi, Foto: Pexels/AdibAqil
Executive Summary ▼
  • Retakan Afrika Timur ternyata lebih maju dari perkiraan lama: kerak di tengah Turkana Rift hanya sekitar 13 km, jauh di bawah ketebalan tepian yang menembus 35 km.
  • Fase necking di Turkana Rift diperkirakan dimulai sekitar 4 juta tahun lalu; deformasi makin terkonsentrasi, kerak makin tipis dan lemah, lalu membuka jalan bagi magma naik.
  • Perubahan tektonik yang sama diduga ikut menjelaskan kenapa Turkana kaya fosil hominin: sedimentasi meningkat dan lapisan sedimen tebal mengubur sisa makhluk hidup.

IDNWIRE.COM — Retakan Afrika Timur ternyata sudah lebih maju dari perkiraan lama. Data seismik dari Turkana Rift, zona retakan sekitar 500 kilometer di Kenya dan Ethiopia, menunjukkan kerak Bumi di bagian tengah retakan hanya setebal kurang lebih 13 kilometer. Angka itu jauh di bawah kerak di tepi wilayah retakan yang mencapai lebih dari 35 kilometer.

Temuan itu mengubah gambaran tentang East African Rift System, kawasan tempat lempeng tektonik bergerak saling menjauh.

Ketebalan kerak benua di zona retakan yang menyusut ke kisaran 15 kilometer atau kurang menandai wilayah itu masuk fase necking.

Pada fase ini, deformasi makin terkonsentrasi di sepanjang sumbu retakan. Kerak yang tipis juga makin lemah, sehingga proses pemisahan dapat terus berjalan.

“Kami menemukan bahwa proses retakan di zona ini lebih maju, dan keraknya lebih tipis, daripada yang selama ini diketahui,” kata Christian Rowan, geosaintis dari Columbia University sekaligus salah satu peneliti, Minggu (20/9/2026).

“Afrika Timur telah mengalami kemajuan lebih jauh dalam proses retakan dibandingkan perkiraan sebelumnya.”

Penelitian memperkirakan fase necking di Turkana Rift dimulai sekitar 4 juta tahun lalu. Pemisahan benua di wilayah itu bukan kejadian baru, melainkan proses geologi panjang yang sudah berlangsung jutaan tahun. Dua bagian kerak terus bergerak menjauh, lalu kerak benua meregang dan menipis.

Magma dari bawah permukaan dapat naik melalui jalur kerak yang makin tipis. Begitu mencapai permukaan, magma mendingin dan membentuk batuan baru. Dalam jangka sangat panjang, rangkaian itu bisa menghasilkan kerak samudra.

Tahap berikutnya disebut oceanization, ketika retakan benua berkembang menjadi cekungan laut. Bila berlanjut selama jutaan tahun, air laut dari wilayah sekitar pada akhirnya bisa masuk ke cekungan baru. Dari situlah terbentuk lautan yang memisahkan bagian timur Afrika dari sisa benua.

Skala waktunya tetap geologis, bukan manusiawi. Para ilmuwan memperkirakan proses itu masih butuh beberapa juta tahun.

Dibanding umur manusia, perubahannya sangat lambat; dibanding sejarah Bumi, lajunya tergolong cepat.

Turkana Rift lama dikenal penting bagi penelitian evolusi manusia karena banyak fosil hominin ditemukan di sana, termasuk fosil manusia purba. Studi terbaru memberi kemungkinan penjelasan mengapa fosil begitu banyak terkubur di kawasan itu.

Ketika necking dimulai sekitar 4 juta tahun lalu, perubahan tektonik membuat sedimentasi di kawasan Turkana meningkat.

Lapisan sedimen yang tebal kemudian mengubur dan mengawetkan sisa-sisa makhluk hidup.

“Kesesuaian waktu antara perubahan tektonik ini dan munculnya lapisan tebal yang terus-menerus mengandung fosil menunjukkan bahwa fase necking menyediakan kondisi penting bagi pelestarian fosil,” tulis para peneliti dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications.

Artinya, kekayaan fosil manusia purba di Turkana mungkin bukan semata karena kawasan itu istimewa bagi kehidupan manusia purba.

Retakan yang perlahan merobek Afrika juga berpotensi menciptakan kondisi baik untuk mengawetkan jejak kehidupan masa lalu.

Penulis/Editor: Bagus Setiawan
Sumber: DetikInet
Tags: Sains
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5