Executive Summary ▼
- Rencana bensin dari batu bara Prabowo Subianto ditindaklanjuti Bahlil Lahadalia, dengan sejumlah perusahaan yang telah menawarkan kerja sama pengembangan teknologi konversi.
- Cadangan batu bara Indonesia mencapai 31,95 miliar ton, dengan batu bara berkalori rendah mendominasi 24,05 miliar ton atau sekitar 75% dari total.
- Pengembangan ini diarahkan untuk menekan impor migas yang tiap bulan menyedot USD 4,5–4,6 miliar dari devisa negara.
IDNWIRE.COM — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia langsung menindaklanjuti rencana bensin dari batu bara yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menyiapkan pengolahan batu bara berkalori rendah menjadi produk minyak dan gas bumi, dan sejumlah perusahaan telah menawarkan kerja sama pengembangan teknologinya.
Peluangnya terbuka lebar. Neraca Sumber Daya dan Cadangan Minerba Kementerian ESDM mencatat total cadangan batu bara Indonesia mencapai 31,95 miliar ton.
Porsi terbesar didominasi batu bara berkalori rendah (lignite/sub-bituminous) sebesar 24,05 miliar ton, sekitar 75% dari keseluruhan cadangan nasional.
"Kita tahu bahwa potensi batu bara kita untuk low calorie itu sangat besar sekali. Ini mungkin yang dimaksudkan oleh Bapak Presiden," tutur Bahlil.
Tekanan devisa menjadi alasan kuat di balik rencana ini. Konsumsi minyak Indonesia berkisar 1,6–1,7 juta barel per hari.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor migas tiap bulan konsisten di kisaran USD 4,5 miliar hingga USD 4,6 miliar, setara sekitar Rp 70 triliun–Rp 72 triliun. Angka ini menjadi salah satu pemicu pelebaran defisit neraca perdagangan migas. "Tujuannya agar tidak perlu lagi kita impor, devisa kita bisa ada di dalam negeri. Itu kira-kira pemikirannya," jelas Bahlil.
Bahlil menyampaikan penjelasan ini usai menghadiri rangkaian hari jadi pertambangan dan energi ke-81 pada Senin, 21 September 2026. Menurut dia, gagasan Presiden berangkat dari ketidakpastian geopolitik global.
"Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo terkait dengan membuat gas ataupun minyak lewat batu bara, itu berangkat dari pemikiran bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, maka arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah mengoptimalisasikan seluruh potensi energi yang ada di Indonesia," ujarnya.
Perkembangan teknologi membuat komoditas yang dulu dianggap kurang ekonomis kini bisa dikonversi menjadi produk energi bernilai tambah.
"Salah satu di antaranya adalah energi alternatif dari batu bara. Sekarang teknologinya itu sudah canggih, di mana batu bara yang low calorie itu bisa menghasilkan gas maupun minyak," terang mantan Kepala BKPM tersebut.
Teknologi pemrosesan batu bara menjadi BBM dikenal secara global sebagai Coal-to-Liquid (CTL), konversi ke produk gas disebut gasifikasi batu bara.
China telah mengoperasikan proyek CTL dan gasifikasi skala komersial berkapasitas jutaan ton per tahun, di antaranya oleh China Shenhua Energy Company di wilayah Inner Mongolia.
Bahlil menegaskan Kementerian ESDM akan mengeksekusi arahan Presiden dengan memaksimalkan sumber energi dalam negeri.
"Kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber-sumber energi dalam negeri," katanya.
Rencana ini merespons pidato Prabowo saat menghadiri Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.
Presiden mengungkap rencana produksi bensin dari batu bara sebagai bagian dari upaya swasembada dan kemandirian energi.
"Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit. Dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara. Saudara-saudara, kita juga mulai 1 Juli yang lalu kita tidak import solar dari luar negeri," ucap Prabowo.
"Solar kita sekarang sudah mandiri. Dan hari-hari ini solar langka di dunia. Kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah kita sudah bisa produksi solar kita sendiri, saudara-saudara," lanjutnya.
