Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

|

Connect With Us

News

Qatar Konfirmasi Serangan Iran Hanya Targetkan Fasilitas Militer AS

juru-bicara-kementerian-luar-negeri-iran-esmaeil-baqaei
Qatar menyerahkan dokumen resmi ke ITU yang mengonfirmasi bahwa aksi militer defensif Iran murni menyasar pangkalan militer AS dan membebaskan area sipil dari target. | Foto: Jubir kementerian luar negeri Iran Esmaeil Baqaei/Tasnim
Executive Summary
  • Qatar konfirmasi serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di wilayahnya murni menargetkan fasilitas militer tanpa menyasar area pemukiman sipil.
  • Dokumen resmi yang diserahkan Qatar kepada Uni Telekomunikasi Internasional (ITU) mematahkan tuduhan aksi militer Iran menyasar warga sipil.
  • Fasilitas gas yang terhantam pada 18 Maret diserang lantaran terbukti dipakai mendukung operasional agresi militer AS terhadap wilayah Iran.

idnwire.com — Dokumen pemerintah Qatar yang diserahkan kepada Uni Telekomunikasi Internasional (ITU) membuktikan bahwa tindakan militer defensif Iran terhadap pasukan Amerika Serikat di wilayah Qatar murni menyasar infrastruktur pertahanan militer. Laporan Tasnim News Agency menyebutkan, berkas resmi tersebut mematahkan opini publik yang mendiskreditkan operasi militer Teheran sebagai serangan terhadap warga sipil.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengunggah ringkasan dokumen tersebut pada akun X miliknya hari Kamis. Ia menegaskan Qatar telah mengonfirmasi secara tertulis kepada lembaga PBB itu bahwa tidak ada area pemukiman atau warga sipil yang dijadikan sasaran tembak oleh militer Iran.

"Pemerintah Qatar telah mengkonfirmasi, dalam dokumen resmi yang diserahkan kepada ITU, bahwa serangan defensif Iran terhadap pasukan Amerika yang ditempatkan di wilayah Qatar ditujukan ke fasilitas militer AS. Tidak ada area sipil yang menjadi sasaran," kutip Baqaei dari dokumen tersebut.

Mengenai klaim kerusakan di luar pangkalan militer, Baqaei memberi rincian atas insiden hantaman pada fasilitas gas yang terjadi pada 18 Maret. Fasilitas energi tersebut masuk dalam daftar target karena terintegrasi langsung dalam menyokong operasi militer pasukan Amerika Serikat.

"Satu-satunya pengecualian yang diklaim oleh Qatar adalah serangan terhadap fasilitas gas pada tanggal 18 Maret. Namun, perlu diingat bahwa fasilitas yang diserang pada hari itu digunakan untuk mendukung agresi militer AS terhadap Iran," ujar Baqaei.

Baqaei membandingkan kepatuhan moral pasukannya dengan rekam jejak operasi militer Washington di berbagai wilayah konflik. Pemerintah AS dinilai konsisten menargetkan objek vital kemanusiaan tanpa mengindahkan hukum internasional.

"Hal ini sangat kontras dengan catatan panjang Amerika Serikat dalam melakukan serangan yang disengaja terhadap target sipil - sekolah, rumah sakit, lingkungan perumahan, upacara pernikahan, jembatan, dan banyak lagi," tegas Baqaei.

Iran menilai ada jurang pemisah fundamental dalam penerapan etika perang antara negaranya dan kepemimpinan politik di Washington.

"Terdapat perbedaan besar antara bangsa yang beradab yang telah mempelajari pentingnya menjunjung tinggi prinsip-prinsip moral dan kemanusiaan bahkan dalam keadaan yang paling menyedihkan sekalipun, dan penguasa yang gemar berperang yang tidak memperhatikan aturan hukum atau etika dalam menjalankan kekuasaannya," pungkasnya.

Penulis/Editor: Imron Darmawanto
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...

Info Gawai

Memuat artikel terbaru...