![]() |
| PM Inggris Andy Burnham sebut solusi dua negara Palestina di ambang ancaman, desak tindakan nyata di tengah rencana 1.200 rumah baru Israel. | Dok:(Reuters: Temilade Adelaja) |
Executive Summary ▼
- PM Inggris Andy Burnham menegaskan solusi dua negara Palestina terancam gagal bila tidak disertai tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan politik.
- Sebelas negara Eropa bersama Kanada mengumumkan pembatasan nasional terhadap perdagangan barang dari permukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan.
- Data PBB mencatat lebih dari 1.400 serangan oleh pihak pendudukan Israel sepanjang 2026, level kekerasan tertinggi yang pernah tercatat di kawasan itu.
idnwire.com — Solusi dua negara Palestina disebut berada di ambang kegagalan jika dunia internasional terus berhenti pada retorika tanpa tindakan konkret. Peringatan itu disampaikan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, Selasa (8/9), lewat akun media sosial X miliknya, seiring penderitaan warga Palestina yang menurutnya terus meningkat.
Burnham: Kata-kata Tak Berarti Tanpa Tindakan
"Selama bertahun-tahun kami telah menyerukan solusi dua negara di Timur Tengah, namun kita harus mengakui bahwa kata-kata tersebut tidak ada artinya kecuali jika kita menindaklanjutinya dengan tindakan nyata," tulis Burnham. Penderitaan rakyat Palestina, menurutnya, adalah "noda pada hati nurani dunia." Ia menyebut sikap ragu-ragu dunia internasional selama ini muncul karena kekhawatiran dicap anti-Israel.
Burnham menyatakan langkah-langkah baru yang diumumkan pemerintahnya merupakan "langkah-langkah yang diperhitungkan dengan cermat dan terarah." Ia menegaskan sasaran kebijakan tersebut bukan rakyat Israel, melainkan "kebijakan yang tidak dapat diterima" dari pemerintah Israel.
Kritik Lama yang Kini Jadi Kebijakan
Sikap ini bukan hal baru bagi Burnham. Sebelum menjabat perdana menteri, ia pernah menyebut respons Inggris terhadap krisis Palestina "terlalu lambat dan sama sekali tidak memadai." Pernyataan itu kini ia jadikan dasar perubahan pendekatan pemerintahannya. "Saya tidak akan tinggal diam sementara penderitaan mengerikan terus bertambah dan prospek solusi dua negara harapan terbaik bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan ini mendapat ancaman," katanya.
Sebelas Negara Eropa dan Kanada Kompak Batasi Perdagangan
Langkah Inggris tidak berjalan sendiri. Sebelas negara Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, bersama Kanada, mengumumkan rencana pemberlakuan pembatasan nasional terhadap perdagangan barang dengan permukiman Israel yang dinyatakan ilegal menurut hukum internasional. Pengumuman itu disampaikan pada hari yang sama, Selasa (8/9).
Rencana 1.200 Rumah Baru Israel Picu Kecaman
Kebijakan baru Inggris ini menyusul rencana Israel membangun 1.200 rumah baru di wilayah pendudukan, sebuah rencana yang memicu kecaman luas dari komunitas internasional. Seluruh permukiman di Tepi Barat yang diduduki dianggap ilegal menurut hukum internasional, sehingga rencana pembangunan tersebut kembali menegaskan pelanggaran yang berulang.
Kekerasan di Wilayah Pendudukan Capai Level Tak Pernah Terjadi
Data PBB menunjukkan kekerasan oleh pihak pendudukan Israel telah mencapai "tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya." Sepanjang 2026 saja, lebih dari 1.400 serangan yang mengakibatkan korban jiwa atau kerusakan properti tercatat di wilayah pendudukan. Sekitar 750.000 warga pendudukan Israel kini tinggal di 516 permukiman dan pos terdepan ilegal, dan upaya penggusuran warga Palestina dari tanah mereka terjadi hampir setiap hari.
