![]() |
| Job Fair Online Jawa Barat mempertemukan informasi lowongan kerja dengan pencari kerja di Bekasi melalui platform digital Nyari Gawe. | Dok:© Humas Jabar |
Executive Summary ▼
- Job Fair Online Jawa Barat memperluas akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat Kabupaten Bekasi melalui platform Nyari Gawe.
- Pemkab Bekasi akan mengajak perusahaan dan pengelola 11 kawasan industri untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat ber-KTP Kabupaten Bekasi.
- Dedi Mulyadi meminta Job Fair Online diadakan rutin, salah satunya untuk memperluas informasi lowongan dan mengurangi praktik percaloan.
IDNWIRE.COM — Job Fair Online Jawa Barat dimanfaatkan Pemkab Bekasi dan Pemprov Jawa Barat untuk memperluas akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat melalui platform digital Nyari Gawe.
Kegiatan tersebut mencakup Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kantor Pengelola Kawasan MM2100, Cikarang Barat, Rabu (16/9/2026).
Job Fair Online Jawa Barat Gunakan Platform Nyari Gawe
Pemkab Bekasi melalui Dinas Ketenagakerjaan menghimpun perusahaan di wilayah Kabupaten Bekasi agar mempublikasikan lowongan melalui informasi Job Fair Online Jawa Barat.
Informasi tersebut dapat diakses masyarakat melalui platform Nyari Gawe dan aplikasi Nyari Gawe yang dikembangkan Pemprov Jawa Barat.
Asep mengatakan Pemkab Bekasi juga berkomunikasi langsung dengan sejumlah perusahaan untuk mendorong pembukaan lowongan bagi warga yang berdomisili di Kabupaten Bekasi.
“Saya sudah datang langsung ke perusahaan-perusahaan, salah satunya untuk meminta agar mereka membuka lowongan kerja sebagaimana yang kami tetapkan, dan dibuka untuk masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Pemkab Bekasi Bidik 11 Kawasan Industri
Asep berencana mengumpulkan pengelola kawasan industri di Kabupaten Bekasi untuk membahas kebutuhan tenaga kerja dan peluang penyerapan pekerja lokal.
Kabupaten Bekasi memiliki sedikitnya 11 kawasan industri yang menjadi bagian penting dari aktivitas perekonomian daerah. Pemkab Bekasi meminta perusahaan di wilayah tersebut ikut membuka informasi lowongan secara terbuka.
“Saya akan mengumpulkan seluruh kawasan industri di Kabupaten Bekasi. Kami akan meminta kepada perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut agar mengutamakan rekrutmen masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Bekasi,” katanya.
Kesiapan SDM Masih Jadi Tantangan
Asep mengakui kesiapan sumber daya manusia masih menjadi salah satu persoalan dalam penyerapan tenaga kerja. Tidak seluruh pencari kerja memiliki kriteria dan keterampilan yang sesuai kebutuhan perusahaan.
Pemkab Bekasi kemudian menempatkan pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari upaya menyesuaikan kemampuan lulusan dengan kebutuhan industri.
Lulusan SMA, SMK, perguruan tinggi, diploma, sarjana, dan jenjang pendidikan setara didorong memiliki pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.
“Ini menjadi tugas Pemerintah Kabupaten Bekasi agar setiap lulusan, baik SMA, SMK, maupun yang setara, bahkan diploma atau sarjana, bisa menjadi SDM yang mumpuni dan punya bekal ilmu yang dicari oleh perusahaan,” ungkap Asep.
Dedi Mulyadi Minta Job Fair Digelar Rutin
Dedi Mulyadi meminta Job Fair Online Jawa Barat dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia mengusulkan kegiatan tersebut dapat dilakukan setiap pekan agar informasi lowongan kerja lebih rutin diterima masyarakat.
Gubernur Jawa Barat itu juga meminta Pemkab Bekasi terus mengajak perusahaan berpartisipasi dan mempublikasikan lowongan kerja secara terbuka.
“Saya minta agar Job Fair live ini rutin, bisa per minggu misalnya. Selain bisa diinformasikan kepada, kita bisa mengurangi angka kemiskinan, lalu kita juga bisa memberantas calo-calo,” ujarnya.
Dedi juga meminta perusahaan di Kabupaten Bekasi yang belum bergabung agar ikut mempublikasikan informasi lowongan melalui Job Fair Online Jawa Barat.
“Ke depannya bisa terus diajak perusahaan-perusahaan untuk mempublikasikan informasi lowongan kerja secara terbuka agar semakin banyak masyarakat yang mengetahuinya,” harapnya.
