![]() |
| Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut transformasi kesehatan nasional masih membutuhkan USD26-27 miliar untuk mengejar target usia harapan hidup. | Foto: Dok setkab |
Executive Summary ▼
- Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut masih ada kekurangan dana USD26-27 miliar untuk transformasi kesehatan nasional.
- Pemerintah mengejar target usia harapan hidup 76 tahun dan usia hidup sehat 65 tahun dalam lima tahun.
- Program transformasi mencakup pemeriksaan kesehatan, alat kesehatan di posyandu dan puskesmas, skrining TBC, teknologi NPOCT, hingga tes genomik.
IDNWIRE.COM — Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pemerintah masih membutuhkan USD26-27 miliar untuk membiayai transformasi kesehatan nasional dalam lima tahun ke depan. Tambahan dana itu diperlukan untuk mengejar target usia harapan hidup 76 tahun dan usia hidup sehat 65 tahun.
Target tersebut ditetapkan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Budi menjelaskan total kebutuhan transformasi kesehatan nasional mencapai USD223 miliar. Sistem dan pemerintah telah menyediakan sekitar USD203 miliar dari kebutuhan tersebut, termasuk alokasi pemerintah sebesar USD177 miliar.
Masih terdapat selisih sekitar USD26-27 miliar yang perlu dipenuhi.
Budi mengatakan kekurangan pembiayaan tersebut perlu ditutup dalam periode lima tahun. Pemerintah berupaya membangun kepercayaan dengan mitra global dan filantropis untuk mendapatkan dukungan pembiayaan.
Menurut Budi, kebutuhan dana berkaitan langsung dengan berbagai program transformasi kesehatan yang sedang dijalankan pemerintah.
Ia menekankan bahwa peningkatan usia harapan hidup tidak cukup hanya membuat masyarakat hidup lebih lama. Kondisi kesehatan pada masa lanjut usia juga menjadi perhatian.
"Tidak enak (kalau) punya hidup panjang tapi demensia di 10 tahun terakhir kehidupan Anda. Atau punya stroke yang membuat Anda tidak bisa jalan dengan benar di 10 tahun terakhir," kata Budi di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Kolaborasi dengan mitra global, menurut Budi, telah membantu peningkatan layanan kesehatan sejak ia mulai menjabat sebagai Menteri Kesehatan.
Salah satu program yang telah berjalan berupa distribusi sekitar 300 ribu alat antropometri ke posyandu. Perangkat tersebut disalurkan dalam setahun ke posyandu yang berada di 7.000 pulau berpenghuni.
Pemerintah juga memperluas fasilitas pemeriksaan kehamilan dengan menyediakan perangkat ultrasonografi atau ultrasound.
"Kita juga berhasil membagikan 10 ribu ultrasound ke 10 ribu puskesmas. Sebelumnya, ibu-ibu hamil hanya ada 22 persen puskesmas kita yang punya ultrasound. Bayangkan Anda mau melahirkan tapi tidak dapat ultrasound satu pun untuk mengerti kondisi kehamilan Anda," ujar Budi.
Penguatan fasilitas kesehatan juga dilakukan melalui distribusi mesin X-ray ke puskesmas. Perangkat tersebut digunakan untuk mendukung skrining tuberkulosis.
Budi menargetkan 2.000 mesin X-ray dikirim ke puskesmas pada 2026. Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi 4.000 mesin pada 2027.
Puskesmas juga mulai dilengkapi teknologi Near Point of Care Testing (NPOCT) Terminal. Teknologi tersebut memungkinkan fasilitas kesehatan mendeteksi patogen dan penyakit menular.
Program transformasi kesehatan turut mencakup pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut diarahkan untuk mencegah penyakit tidak menular berkembang menjadi kondisi yang lebih parah.
Pemerintah juga mengembangkan tes genomik untuk memahami kondisi kesehatan demografi.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar target usia harapan hidup 76 tahun dan usia hidup sehat 65 tahun.
Untuk menjalankannya, Budi menyebut dukungan pembiayaan dari mitra global dan filantropis diperlukan guna menutup kebutuhan dana yang masih mencapai USD26-27 miliar.
