Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

KTT BRICS 2026, Prabowo Bawa Tiga Pesan Indonesia ke Forum Global South

ktt-brics-2026-prabowo-bawa-tiga-pesan-indonesia
Di KTT BRICS 2026, Prabowo menyampaikan tiga pesan Indonesia: kemandirian nasional, persatuan Global South, dan tata kelola global yang lebih adil. | Foto: Dok BPMI
Executive Summary ▼
  • KTT BRICS 2026 menjadi forum Presiden Prabowo Subianto menyampaikan tiga pesan Indonesia terkait kemandirian nasional, persatuan Global South, dan kerja sama BRICS.
  • Prabowo menekankan ketahanan pangan, energi, dan pendidikan sebagai fondasi kemandirian Indonesia.
  • Indonesia mendorong BRICS memperkuat kerja sama negara berkembang dan PBB tetap menjadi pusat sistem multilateral yang lebih representatif.

idnwire.com — KTT BRICS 2026 di New Delhi, Republik India, menjadi forum Presiden Prabowo Subianto menyampaikan tiga pesan Indonesia: memperkuat kemandirian dan ketahanan nasional, menyatukan negara-negara Global South, serta memperkuat kerja sama BRICS dan tata kelola global yang lebih adil.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat mengikuti sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” pada Sabtu, 12 September 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan rangkaian pesan Presiden tersebut melalui keterangan tertulis.

Prabowo menempatkan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sebagai fondasi ketahanan sebuah negara.

“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya—pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” ujar Teddy.

Ketahanan pangan, energi, dan pendidikan dinilai berkaitan langsung dengan kemampuan Indonesia menentukan arah pembangunan dan kepentingan nasional secara mandiri.

Fondasi itu juga disebut menjadi modal Indonesia untuk berdiri sejajar dan memainkan peran lebih aktif di tingkat global.

Pesan kedua berkaitan dengan persatuan negara-negara Global South. Prabowo mengangkat pepatah Indonesia sebagai gambaran pentingnya kekuatan bersama menghadapi tantangan dunia.

“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika. Negara-negara Global South kini berdiri setara untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depannya sendiri,” ungkap Teddy.

Menurut keterangan Teddy, semangat Konferensi Asia-Afrika kembali memiliki relevansi ketika negara-negara berkembang memegang posisi penting dalam perekonomian dan geopolitik dunia.

Persatuan negara-negara Global South disebut menjadi modal untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan mereka agar memperoleh posisi setara dalam menentukan arah tatanan global.

Prabowo juga menyoroti posisi BRICS yang mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan tersebut, menurut dia, perlu diterjemahkan menjadi kerja sama yang menghasilkan manfaat bagi negara-negara berkembang.

“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini harus diubah menjadi kerja sama yang nyata: memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan, serta membuka peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” tutur Teddy.

Kerja sama tersebut mencakup ketahanan pangan dan energi, hubungan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan.

Indonesia juga mendorong tata kelola global yang lebih adil dan inklusif. Prabowo menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa tetap perlu berada di pusat sistem multilateral dunia.

Penguatan PBB diperlukan agar lembaga tersebut mampu menghadapi perubahan dan tantangan global.

“PBB harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun perlu diperkuat agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghadirkan hasil konkret bagi masyarakat dunia,” lanjut Teddy.

Teddy menyebut keanggotaan Indonesia di BRICS menjadi bagian dari upaya untuk mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan damai bagi seluruh bangsa.

“Melalui keanggotaan di BRICS, Indonesia terus bergerak aktif mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan damai bagi seluruh bangsa,” pungkas Teddy.

Penulis/Editor: Budi Siswanto
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5