Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

|

Connect With Us

News

Ketua Parlemen Iran Peringatkan AS Soal Lonjakan Harga Minyak dan Krisis Obligasi

ketua-parlemen-iran-mohammad-bagher-ghalibaf
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan AS bahwa penarikan cadangan minyak strategis dan krisis obligasi mengancam stabilitas ekonomi Washington.
Executive Summary
  • Ketua Parlemen Iran memperingatkan AS bahwa kombinasi penarikan cepat cadangan minyak strategis, kenaikan harga minyak, dan krisis obligasi membahayakan ekonomi Washington.
  • Harga minyak berjangka Oman dan UEA melambung melewati $100 per barel dipicu konflik bersenjata dengan Iran serta gangguan jalur pelayaran Selat Hormuz.
  • Intervensi Menkeu AS Scott Bessent di pasar obligasi 10 tahun mendapat penolakan pasar dan kritikan pedas dari pelaku Wall Street seperti Stanley Druckenmiller.

idnwire.com — Ketua Parlemen Iran memperingatkan AS bahwa kombinasi pembengkakan imbal hasil obligasi, penarikan masif cadangan minyak strategis, dan kenaikan harga energi global bakal menghancurkan perekonomian Washington. Sebagaimana melansir laporan Kantor Berita Mehr, Mohammad Bagher Ghalibaf melontarkan peringatan tersebut secara terbuka lewat unggahan di platform X pada Kamis. Ghalibaf menyindir Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang dinilainya gagal mengendalikan krisis finansial di tengah tekanan perang dengan Iran.

Lonjakan Harga Minyak dan Anjloknya Cadangan Strategis

Kepanikan pasar energi terpicu oleh gangguan lalu lintas kapal di Selat Hormuz akibat konflik militer yang melibatkan Tehran. Harga minyak berjangka Oman dan UEA yang menjadi tolok ukur utama pasokan kawasan tersebut melonjak melampaui $100 per barel dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah AS berupaya menekan harga minyak lewat narasi pembukaan kembali jalur pelayaran selatan Hormuz, tetapi indikator pasar menunjukkan kekhawatiran yang terus membesar.

Pemerintahan Presiden Donald Trump menguras Cadangan Minyak Strategis (SPR) hingga menyentuh level terendah sejak awal 1980-an. Pengambilan air berlebihan secara cepat dari gua-gua garam bawah tanah di Texas dan Louisiana, termasuk fasilitas penyimpanan utama Bryan Mound, memicu ancaman kerusakan struktur teknis. Para ahli menggarisbawahi risiko perubahan tekanan, gangguan stabilitas dinding garam, hingga kerusakan permanen pada sumur minyak strategis tersebut.

Kegagalan Intervensi Pasar Obligasi AS

Upaya Kementerian Keuangan AS meredam gejolak ekonomi domestik belum membuahkan hasil. Bessent memimpin aksi pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun untuk menurunkan imbal hasil jangka panjang demi memangkas biaya pinjaman menjelang pemilu paruh waktu. Pelaku pasar obligasi menolak langkah intervensi ini, ditandai dengan imbal hasil yang tetap bertahan tinggi.

Kritik tajam mengalir dari internal keuangan Amerika Serikat, termasuk investor veteran Wall Street Stanley Druckenmiller. Ia mempertanyakan efektivitas kebijakan Bessent dan memperingatkan tingginya risiko kegagalan pasar. Ghalibaf menilai retorika politik Washington soal Iran dipakai cuma buat menutupi kekacauan indikator ekonomi domestik AS.

Penulis/Editor: Juanda Data Wijaya
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...

Info Gawai

Memuat artikel terbaru...