![]() |
| Kemenpar bersama Pemda merumuskan empat langkah rekonstruksi Desa Adat Sade pasca-kebakaran, mencakup penyusunan masterplan hingga sistem proteksi kebakaran. | Foto dok: Reuters |
Executive Summary ▼
- Kemenpar siapkan masterplan rekonstruksi Desa Sade pasca-kebakaran Sabtu (22/8) melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat adat.
- Pemulihan mencakup penyediaan bahan bangunan tradisional, pembentukan tim kerja lintas sektor, dan pembukaan akun donasi satu pintu.
- Infrastruktur baru akan dilengkapi sistem proteksi kebakaran terintegrasi seperti APAR komunal dan embung air darurat.
idnwire.com — Kemenpar siapkan masterplan rekonstruksi Desa Sade pasca-kebakaran yang melanda kawasan adat tersebut pada Sabtu (22/8 lalu). Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengonfirmasi langsung rencana tersebut di Jakarta pada Jumat. Penanganan difokuskan pada pemulihan fisik sekaligus penguatan ketahanan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat lokal.
Skema Empat Langkah Pemulihan Desa Sade
Widiyanti merumuskan empat langkah utama pemulihan setelah menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Forkopimda, Poltekpar Lombok, dan pemangku kepentingan pariwisata. Pembentukan tim kerja lintas sektor menjadi langkah awal untuk mendata masyarakat serta pekerja terdampak secara terperinci.
Pemerintah membuka akun donasi satu pintu demi mempermudah pengumpulan dana bantuan. Skema ini berjalan sejajar dengan upaya pemenuhan pasokan bahan baku bangunan tradisional yang kini menjadi kendala utama warga dalam membangun kembali hunian mereka. Rumah adat Sade memiliki nilai sejarah tinggi sekaligus menjadi tumpuan mata pencaharian utama warga setempat.
Penerapan Sistem Proteksi Kebakaran Terintegrasi
Penyusunan masterplan rekonstruksi dirancang memadukan nilai keaslian desa dengan mitigasi bencana modern. Infrastruktur dasar baru seperti sanitasi dan pengelolaan sampah disiapkan bersamaan dengan sistem Proteksi Kebakaran Terintegrasi. Proteksi ini mencakup penyediaan titik-titik APAR komunal yang didesain menyatu dengan estetika lokal serta pembuatan embung air darurat.
Pemerintah bersama pemda berkomitmen melanjutkan pembangunan hunian layak tinggal bagi warga dengan menempatkan masyarakat adat sebagai pelaku utama. Rangkaian masterplan ini ditargetkan menjadi proyek percontohan bagi desa-desa adat lain dalam memperkuat mitigasi risiko keselamatan tanpa merusak identitas tradisi. Widiyanti menyampaikan empati mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak musibah ini.
