![]() |
| Api di puncak Gunung Wilis, Nganjuk, masih dinyalakan sejak Rabu (16/9/2026). Medan curam jadi kendala utama, tim gabungan andalkan sekat bakar dan drone penyemprot. | Foto: dok, Inews |
Executive Summary ▼
- Kebakaran lahan Gunung Wilis Nganjuk memasuki hari keempat; tim gabungan masih memadamkan api hingga Sabtu (19/9/2026).
- Titik api menempel di kawasan bertanah curam yang sulit dijangkau petugas; pemadaman memanfaatkan sekat bakar dan drone penyemprot Dinas Pertanian.
- Perkiraan dua hektare lahan telah berhasil dijinakkan; satu titik api di Petak 47B RPH Kare sudah dipadamkan, masyarakat diimbau waspada selama musim kemarau.
IDNWIRE.COM — Kebakaran lahan Gunung Wilis Nganjuk masih menyala di kawasan puncak dan baru dipadamkan sebagian hingga Sabtu (19/9/2026). Titik api sulit dijangkau petugas karena medan bergelombang tajam, memaksa tim gabungan mengandalkan sekat bakar dan bantuan udara.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengonfirmasi, BPBD Nganjuk dan relawan gabungan memagari api lewat jalur ilaran—pembuatan sekat bakar untuk memutus penyebaran bara.
Upaya Berlapis di Lapangan
"BPBD Nganjuk bersama tim gabungan melaksanakan pemadaman dengan membuat sekat bakar atau ilaran," ucapnya.
Langkah perangkat daerah turut masuk ke arena. Drone penyemprot milik Dinas Pertanian ikut dikerahkan untuk menjangkau titik yang mustahil disentuh pendakian manual petugas.
Hasilnya perlahan tercium. Satu titik di Petak 47B, RPH Kare, BKPH Wilis Utara, pada Jumat (18/9/2026) berhasil dipadamkan. Pukulan itu membuka lebar area yang tadinya terkunci.
Dari peta kawasan yang terdampak di Petak 24, RPH Gedangklutuk, BKPH Pace, KPH Kediri, tim gabungan memperkirakan sudah menjinakkan kobaran di sekitar dua hektare. Sisa bara di puncak belum berhenti sama sekali.
"Api yang saat ini masih menyala berada di puncak Gunung Wilis dengan medan yang sangat curam dan sulit untuk dijangkau," jelas Berton. Kemiringan tanah menjadi penghalang utama, membuat pendekatan darat berbahaya.
BNPB menegaskan penanganan tidak dihentikan selama bara masih terpantau. Petugas terus mengawasi titik-titik api yang berserak di berbagai sisi Gunung Wilis demi mencegah luapan ke wilayah lain.
Warga diminta menambah kesiagaan saat musim kemarau berlangsung. Bakar sampah atau buka lahan dengan api ditegaskan berpotensi memicu dan memperlebar kebakaran di hutan.
