![]() |
| PAN menegaskan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih sepenuhnya hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto dan siap mematuhi keputusan tersebut. | Foto: Waketum PAN Eddy Soeparno dok, MPR RI |
Executive Summary ▼
- Wacana reshuffle Kabinet Merah Putih sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang hak prerogatif.
- PAN menyatakan sikap patuh dan taat atas seluruh keputusan evaluasi menteri yang ditetapkan kepala negara.
- Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal peluang perombakan kabinet besar-besaran menjelang dua tahun masa pemerintahan.
IDNWIRE.COM — Partai Amanat Nasional menegaskan keputusan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
Partai pendukung pemerintah ini memosisikan para menteri sebagai pembantu presiden yang kedaulatan penyesuaian posisinya diatur langsung oleh kepala negara.
Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menyampaikan kepastian sikap partai saat menghadiri forum Diskusi Aktual MPR RI di Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Ia menekankan jajarannya menghormati penuh setiap langkah yang diambil presiden terkait jajaran pembantunya.
Sikap PAN Menghadapi Evaluasi Kabinet
Kedudukan menteri sebagai pembantu presiden membuat PAN memilih taat pada porsi kewenangan eksekutif.
"Pada prinsipnya menteri itu pembantu presiden dan presiden memiliki kedaulatan prerogatif untuk melakukan penyesuaian di dalam pemerintahannya," ujar Eddy usai diskusi bertema Undang-Undang Pengendalian Perubahan Iklim yang Berkeadilan tersebut.
Sebagai partai koalisi pendukung, PAN menutup kekhawatiran atas potensi pergeseran kader. Seluruh struktur partai memilih patuh pada pertimbangan yang diambil Presiden Prabowo Subianto.
"Kita sebagai partai yang mendukung Pak Presiden tentu taat dan patuh atas segala keputusan yang diputus Presiden berdasarkan hak prerogatifnya," kata Eddy.
Sinyal Evaluasi Menjelang Dua Tahun Pemerintahan
Sinyal perubahan komposisi Kabinet Merah Putih berembus usai Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan reshuffle secara besar-besaran menjelang dua tahun masa pemerintahannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sesi wawancara bersama media di Hambalang.
Kepala negara menyebut penilain kinerja para menteri berjalan secara berkelanjutan. Walau membuka ruang bongkar pasang jajaran menteri, Prabowo memberikan catatan objektif bahwa tim kabinetnya sejauh ini bekerja dengan baik.
