Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

|

Connect With Us

News

Iran Tebar Ranjau Laut Baru di Selat Hormuz Usai Diserang Pasukan Militer AS

Foto profil penulis

Oleh Redaksi idnwire

Kamis, September 03, 2026 --:-- WIB

kapal-boat-iran-berpatroli-di-wilayah-elatan-hormuz.
Iran menebar ranjau laut baru di Selat Hormuz usai militer AS menyerang Pulau Larak, mematahkan klaim pembersihan wilayah oleh CENTCOM dan Donald Trump. | Ilustrasi Foto: Tasnim
Executive Summary
  • Pasukan militer Iran mengonfirmasi penyebaran ranjau laut baru di Selat Hormuz untuk memperketat blokade jalur energi dunia.
  • Langkah Teheran membalas gempuran militer Amerika Serikat ke peluncur roket di Pulau Larak pada Minggu (30/8).
  • Pengumuman ranjau baru menepis klaim Presiden Donald Trump dan CENTCOM yang menyatakan perairan strategis tersebut sudah bersih total dari ancaman.

idnwire.com — Militer Iran menebar ranjau laut baru di Selat Hormuz pada perairan bagian selatan, merespons gempuran udara Amerika Serikat yang menyasar instalasi persenjataan mereka. Sebagaimana melansir laporan Anadolu Agency, Kamis (3/9/2026), jalur pelayaran utama pasokan minyak dan gas dunia ini masih berada dalam kondisi terblokade sejak pecahnya perang akhir Februari lalu.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya selaku pusat komando terpadu militer Iran memastikan pengerjaan operasi pemblokadean lanjutan tersebut berhasil diselesaikan.

"Dalam operasi tadi malam, lebih banyak ranjau laut telah ditebar di sepanjang rute tidak resmi di sebelah selatan Selat Hormuz," ungkap juru bicara Ebrahim Zolfaghari melalui unggahan di media sosial X.

Balasan Atas Serangan Pulau Larak

Penebaran peledak bawah laut ini dieksekusi usai pasukan militer AS menggempur deretan peluncur roket milik Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8). Washington mengklaim pengeboman di lepas pantai selatan Iran tersebut diluncurkan guna mencegah Teheran menggunakan roket untuk menyebar ranjau di perairan lepas.

Eskalasi militer ini makin memanaskan perebutan kontrol atas perairan strategis di kawasan Teluk.

Mematahkan Klaim Kebersihan Jalur CENTCOM

Aksi penambahan ranjau oleh militer Iran membantah klaim sepihak dari Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengeklaim armada AS berhasil menyisir seluruh area perairan Selat Hormuz dari keberadaan peledak, sembari memberlakukan "kebijakan nol toleransi" untuk aksi pemasangan peledak baru. Trump berulang kali menegaskan AS memegang kendali penuh atas koridor laut itu.

Pusat Komando AS (CENTCOM) yang mengomandoi operasi militer di Timur Tengah turut menyatakan seluruh ranjau telah disapu bersih dari jalur pelayaran utama. CENTCOM melabeli insiden kapal tanker yang dilaporkan menabrak ranjau belakangan ini sebagai bentuk disinformasi.

Penulis/Editor: Juanda Data Wijaya
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...

Info Gawai

Memuat artikel terbaru...