![]() |
| Presiden Prabowo Subianto resmi membuka 138 blok migas Indonesia dan mengundang perusahaan Rusia membawa teknologi serta investasi ke sektor energi nasional. | Foto: Youtube Setpres |
Executive Summary ▼
- Pemerintah resmi menawarkan blok migas Indonesia sebanyak 138 wilayah kerja untuk eksplorasi energi dan investasi korporasi asal Rusia.
- Indonesia menegaskan kemandirian pasokan LNG domestik, namun tetap membuka ruang kemitraan transfer teknologi dan pengolahan bersama pihak Rusia.
- Peluang kerja sama diperluas mencakup pengembangan jaringan listrik pintar, energi terbarukan, hingga teknologi tenaga nuklir untuk tujuan damai.
idnwire.com — Pemerintah secara resmi menawarkan pengelolaan 138 blok migas Indonesia kepada korporasi dan kelompok usaha asal Rusia guna menggenjot kegiatan eksplorasi energi nasional. Penawaran investasi ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sesi dialog Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Peluang investasi tersebut mencakup pengerjaan kilang minyak, pembangunan terminal penyimpanan, hingga integrasi teknologi tinggi dalam proyek pengolahan energi.
"Kami baru saja menyampaikan informasi kepada mitra Rusia bahwa Indonesia saat ini telah membuka 138 blok untuk eksplorasi energi. Kami mengundang kelompok usaha dan perusahaan-perusahaan Rusia untuk berpartisipasi dengan membawa teknologi mereka di 138 blok tersebut," ujar Prabowo saat memaparkan potensi energi nasional di depan pelaku industri Rusia.
Kemandirian Pasokan LNG dan Alih Teknologi
Stok gas alam cair domestik saat ini berada dalam kondisi mencukupi, sehingga Indonesia tidak menargetkan impor komoditas gas secara langsung dari Rusia. Prabowo menekankan fokus utama kemitraan kedua negara terletak pada adopsi teknologi serta pengembangan proyek energi secara bersama.
"Saat ini kami memiliki banyak LNG, sehingga di beberapa bagian kami sebenarnya tidak secara langsung membutuhkan gas Rusia. Namun, kami sangat terbuka terhadap teknologi Rusia dan pengembangan proyek bersama," paparnya.
Ekspansi Kemitraan Energi Terbarukan hingga Nuklir Damai
Skema kerja sama bilateral disiapkan untuk meningkatkan produktivitas dari tahap eksplorasi, produksi, hingga pengolahan akhir migas di dalam negeri. Pemerintah Indonesia turut membidik masuknya modal dan pengetahuan teknis di sektor transisi energi.
Prabowo mengaitkan kebutuhan nasional terhadap teknologi jaringan listrik pintar (smart grid), sumber energi terbarukan, hingga pengembangan reaktor nuklir berskala modular maupun penuh.
"Kami mencari pengetahuan dan investasi dalam energi terbarukan, jaringan listrik pintar, serta tenaga nuklir untuk tujuan damai, termasuk teknologi modular dan teknologi berskala penuh, dengan standar keselamatan tertinggi dan perlindungan internasional," kata Prabowo.
