Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

Harga BBM Subsidi Tetap, Pemerintah Tahan Kenaikan di Tengah Minyak Dunia US$108

menteri-esdm-bahlil-lahadalia
Harga BBM subsidi tetap dipertahankan meski minyak dunia menembus US$108 per barel. Pemerintah mengakui beban subsidi bertambah. | Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadia /(Dok. Golkar)
Executive Summary ▼
  • Harga BBM subsidi tetap dipertahankan pemerintah meski harga minyak dunia melonjak hingga US$108 per barel.
  • Bahlil Lahadalia menyebut penahanan harga menambah beban subsidi pemerintah, tetapi daya beli masyarakat menengah ke bawah menjadi pertimbangan utama.
  • Rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) sejak Januari hingga September 2026 disebut masih berada di kisaran US$85-US$90 per barel.

idnwire.com — Harga BBM subsidi dipastikan belum naik meski harga minyak dunia mencapai US$108 per barel pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah masih memutuskan mempertahankan harga tersebut.

Keputusan itu disampaikan Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/9/2026). Pemerintah terus mengikuti perkembangan harga minyak dunia yang bergerak tidak menentu.

Bahlil mengatakan dirinya rutin berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Koordinasi dilakukan untuk mengikuti perkembangan global, khususnya perubahan harga minyak dunia.

"Tetapi pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan," ujar Bahlil.

Beban subsidi pemerintah ikut bertambah

Menahan harga BBM subsidi bukan keputusan yang ringan bagi pemerintah. Bahlil mengakui kenaikan harga minyak dunia berpotensi membuat kebutuhan subsidi semakin besar.

Menurut Bahlil, tambahan beban subsidi tetap dihadapi pemerintah karena harga minyak dunia sudah berada di level tinggi. Namun, Presiden Prabowo Subianto memandang perlindungan daya beli masyarakat menengah ke bawah sebagai pertimbangan yang lebih penting.

"Memang ini adalah sesuatu yang tidak ringan, ini sesuatu yang berat. Kenapa? Karena pasti penambahan subsidinya nambah," katanya.

Bahlil menyampaikan pemerintah tetap mengambil keputusan tersebut meski harus menghadapi tambahan subsidi. 

"Tetapi Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang sudah kita lakukan," ujar Bahlil.

Rata-rata ICP masih US$85-US$90

Bahlil juga menjelaskan posisi rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) sepanjang Januari hingga September 2026. Menurut dia, rata-rata ICP pada periode tersebut masih berada di kisaran US$85-US$90 per barel.

Angka itu menjadi salah satu gambaran yang digunakan pemerintah dalam melihat perkembangan harga minyak secara keseluruhan. Bahlil menyebut level rata-rata tersebut masih relatif aman meski harga minyak dunia pada perdagangan terbaru telah mencapai US$106-US$108 per barel.

"Sekalipun sekarang sudah menjadi 106 sampai 108 dolar per barel, tapi rata-rata ICP dari Januari sampai dengan bulan September sekarang itu kurang lebih di angka sekitar 85 sampai 90. Jadi masih, overall masih oke, ya," katanya.

Pemerintah pun masih mempertahankan keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi hingga Jumat (11/9/2026).

Penulis/Editor: Budi Siswanto
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5