![]() |
| Penelitian IPB University menemukan mikroba yang mampu bertahan di tanah bekas tambang Poboya dan berpotensi mendukung pemulihan lingkungan. | Foto: Ilustrasi aktivitas pertambangan |
Executive Summary ▼
- DNA tanah bekas tambang Poboya menunjukkan komunitas mikroba masih mampu bertahan dan memiliki potensi mendukung pemulihan lingkungan.
- Bakteri seperti Variovorax membawa gen pengurai polutan, resistensi logam berat, penyerap besi, dan pendorong pertumbuhan tanaman.
- Penutupan vegetasi menjadi faktor dominan yang berkaitan dengan pemulihan komunitas bakteri dibandingkan riwayat pertambangan.
idnwire.com — DNA tanah bekas tambang Poboya menunjukkan komunitas mikroba di kawasan tersebut masih memiliki kemampuan bertahan meski berada di lingkungan yang terdampak aktivitas pertambangan. Temuan IPB University juga menemukan potensi mikroba untuk mendukung pemulihan tanah.
Penelitian dilakukan terhadap sampel tanah dari kawasan konsesi tambang emas Poboya, Sulawesi Tengah, menggunakan Oxford Nanopore Sequencing (ONT) dan pendekatan metagenomik.
Penutupan Vegetasi Berkaitan dengan Pemulihan Mikroba
Rahadian Pratama, peneliti IPB University dari Departemen Biokimia, mengatakan tanah bekas tambang tidak sepenuhnya kehilangan spesies mikroba.
“Tanah bekas tambang ternyata tidak sepenuhnya miskin spesies. Penanaman kembali atau revegetasi menjadi jalur yang sangat potensial untuk pemulihan mikroba di lahan bekas tambang,” ujar Rahadian berdasarkan keterangan IPB University, Jumat (11/9/2026).
Analisis penelitian menunjukkan penutupan vegetasi menjadi faktor dominan yang memicu pemulihan komunitas bakteri tanah. Faktor itu dinilai lebih berpengaruh dibandingkan riwayat pertambangan itu sendiri.
Temuan tersebut memperlihatkan aktivitas pertambangan tidak serta-merta menghilangkan seluruh potensi mikrobiologis yang terdapat di dalam tanah.
Bakteri Memiliki Perangkat untuk Bertahan
Analisis sekuensing menemukan konsorsium mikroba dengan perangkat metabolik yang memungkinkan organisme tersebut bertahan di lingkungan tercemar.
Salah satu bakteri yang teridentifikasi adalah Variovorax. Analisis genomik menunjukkan bakteri tersebut membawa sejumlah gen yang berkaitan dengan kemampuan bertahan dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan.
Gen yang ditemukan mencakup gen pengurai polutan, gen resistensi terhadap logam berat, dan gen penghasil siderophore yang berperan dalam penyerapan besi.
Variovorax juga memiliki gen yang berkaitan dengan pendorong pertumbuhan tanaman atau plant-growth promotion.
Potensi Bioremediasi dari Tanah Sulawesi
Rahadian menyebut hasil analisis genom memberikan bukti mengenai potensi bioremediasi yang berasal dari tanah Sulawesi.
“Analisis genom ini memberikan bukti konkret mengenai potensi bioremediasi asli dari tanah Sulawesi. Ini menjadi petunjuk nyata untuk memulihkan tanah yang terdampak aktivitas pertambangan sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman di sekitarnya,” tutur Rahadian.
Kemampuan mikroba dalam mengurai polutan, menghadapi logam berat, menyerap besi, dan mendorong pertumbuhan tanaman menjadi bagian dari temuan yang dikaji dalam penelitian tersebut.
Wallacea Menyimpan Sumber Daya Genom
Rahadian menyebut tanah di kawasan Wallacea memiliki sumber daya genom yang sangat kaya. Potensi tersebut, menurut dia, masih belum banyak dieksplorasi.
Pemantauan mikrobioma karena itu tidak hanya dapat dilakukan di area bekas tambang. Tanah pada kawasan yang mengalami perubahan fungsi juga dapat menjadi objek pemantauan.
Salah satu kawasan yang disebut adalah lahan yang mengalami alih fungsi menjadi pertanian.
Penelitian terhadap mikrobioma tanah dapat memberikan gambaran mengenai komunitas mikroba yang bertahan pada berbagai kondisi lingkungan, termasuk kawasan yang pernah digunakan untuk pertambangan dan lahan yang berubah fungsi.
