![]() |
| Brigjen Abolfazl Shekarchi membantah keras klaim Komandan CENTCOM soal pengawalan kapal tanker di Selat Hormuz. Disebut operasi psikologis AS yang gagal total. | Foto: Islamtimes |
Executive Summary ▼
- Klaim Komandan CENTCOM AS soal pengawalan kapal tanker dan keluarnya satu miliar barel minyak di Selat Hormuz dibantah habis-habisan Brigjen Abolfazl Shekarchi sebagai operasi psikologis yang gagal.
- Shekarchi menilai Washington mengarang klaim untuk membenarkan besarnya biaya finansial dan korban militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
- Pernyataan itu kembali menegaskan posisi Iran bahwa kendali di Selat Hormuz berada di tangan Angkatan Bersenjata Tehran.
IDNWIRE.COM — Operasi psikologis Amerika Serikat yang gagal begitu Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi menyamakan klaim Komandan CENTCOM soal pengawalan kapal tanker dan keluarnya satu miliar barel minyak melalui Selat Hormuz dalam dua bulan terakhir.
Pernyataan juru bicara senior Angkatan Bersenjata Iran itu dikutip Mehr News Agency pada Minggu (20/9/2026).
"Pernyataan palsu dan mengada-ada dari Komandan CENTCOM mengenai pengawalan kapal tanker dan keluarnya satu miliar barel minyak selama dua bulan terakhir lebih merupakan operasi psikologis yang gagal untuk meningkatkan semangat pasukan Amerika yang kelelahan dan terkuras di kawasan," ucap Shekarchi.
Shekarchi menilai retorika tinggi dari pihak militer Amerika punya agenda terselubung.
Klaim tersebut dipakai Washington untuk memberi alasan atas besarnya biaya finansial dan korban yang telah dikorbankan negara adikuasa itu di wilayah Timur Tengah.
Menurut dia, narasi kemegahan pasukan AS di jalur strategis itu tidak akan mengubah arah proses penarikan pasukan Amerika dari Timur Tengah.
Iran mencatat klaim-klaim semacam ini justru muncul ketika keberadaan militer Washington di kawasan sedang menipis.
"Pengaruh di Selat Hormuz masih berada di tangan Angkatan Bersenjata Iran yang kuat," tegas Shekarchi.
Pernyataan ini menegaskan kembali bahwa kondisi sebenarnya di jalur pelayaran itu tidak sejalan dengan gambaran yang disampaikan komando Amerika.
Bantahan keras ini memperdalam perdebatan mengenai kemampuan kedua negara mengendalikan jalur pelayaran vital itu.
Selat Hormuz menjadi titik utama perselisihan panjang antara Iran dan Amerika Serikat, dan saling bantah soal kapasitas kedua pihak di kawasan itu.
