![]() |
| BGN mengalokasikan Rp232,51 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis 2027 setelah memangkas pagu Rp30 triliun dan mencoret 1.653 sekolah elit dari daftar penerima. | Foto: BGN |
Executive Summary ▼
- Pagu indikatif Badan Gizi Nasional untuk Program Makan Bergizi Gratis 2027 disepakati sebesar Rp232,51 triliun dari total anggaran Rp240,2 triliun.
- Penyesuaian anggaran dilakukan setelah BGN menerapkan efisiensi sebesar Rp30 triliun dari rencana awal sebesar Rp270,2 triliun.
- Sebanyak 1.653 sekolah elit dicoret dari daftar penerima manfaat, sementara perluasan difokuskan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
IDNWIRE.COM — Badan Gizi Nasional mengalokasikan anggaran sebesar Rp232,51 triliun khusus untuk Program Makan Bergizi Gratis pada tahun anggaran 2027. Nilai ini menjadi porsi terbesar dari total pagu indikatif lembaga yang ditetapkan sebesar Rp240,2 triliun.
Kepala BGN Sudaryono memaparkan angka tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Besaran pagu telah memperhitungkan pemangkasan anggaran.
"Pagu tersebut telah memperhitungkan efisiensi sebesar Rp30 triliun dari alokasi sebelumnya Rp270,2 triliun. Anggaran khusus Bantuan Pemerintah (Banper) disesuaikan dari yang semula direncanakan sebesar Rp262 triliun menjadi Rp232 triliun," ujar Sudaryono.
Dasar penetapan pagu mengacu pada Surat Bersama Pagu Anggaran (SBPA) Menteri Keuangan Nomor S-483/MK.03/2026 dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor T 767/D.9/PP.04.12/08/2026 tertanggal 5 Agustus 2026.
Perubahan skema penyaluran menyasar daftar penerima sasaran. BGN menetapkan sebanyak 1.653 sekolah elit tidak lagi masuk dalam daftar penerima bantuan makanan gratis.
Distribusi dialihkan untuk mempersiapkan pembukaan layanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pengawasan kualitas layanan diperketat melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berbasis Standar Layanan dan Higiene Sanitasi (SLHS).
SPPG yang gagal memenuhi kualifikasi sanitasi langsung dikenai sanksi penghentian sementara (suspend) hingga perbaikan kelayakan selesai dilakukan.
Struktur belanja non-operasional BGN tahun 2027 menyerap total Rp232,84 triliun untuk menopang program utama.
Sisa pagu dialokasikan pada belanja operasional sebesar Rp7,36 triliun, mencakup Belanja Operasional Pegawai Rp7,19 triliun dan Belanja Operasional Barang Rp176,78 miliar.
Alokasi tahun 2027 meningkat dibandingkan total pagu BGN 2026 hasil penajaman yang mencatatkan angka Rp229,75 triliun.
Pada 2026, anggaran Pemenuhan Gizi Nasional dijatah Rp221,30 triliun, dengan Rp218,77 triliun di antaranya mengalir ke program makan gratis.
BGN mencatat realisasi penyaluran hingga 31 Agustus 2026 telah menjangkau 56,9 juta orang atau 76,45 persen dari total target 74,5 juta penerima manfaat. Petugas di lapangan masih harus mengejar sisa target sebanyak 17,56 juta orang hingga penutupan tahun anggaran 2026.
