Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

Uni Eropa Desak Meta dan TikTok Bendung Disinformasi Pemicu Krisis Migran Ceuta

Bendera Uni Eropa Berkibar di tiang bendera-pexels
Uni Eropa mendesak Meta dan TikTok segera bertindak membendung arus disinformasi yang memicu serbuan puluhan ribu migran ke wilayah perbatasan Ceuta, Spanyol. | Foto: ©Pexels
Executive Summary ▼
  • Komisi Eropa mendesak Meta dan TikTok untuk memperketat pengawasan konten serta membendung arus disinformasi di platform mereka selama masa krisis.
  • Tuntutan tegas ini dipicu penyebaran rumor palsu di media sosial yang memicu serbuan 72.000 migran ke wilayah Ceuta, Spanyol, hingga menyebabkan 80 orang tewas.
  • Investigasi independen mengindikasikan krisis perbatasan tersebut sebagai operasi yang disengaja dan terorganisir, mendorong Uni Eropa memperkuat pelacakan disinformasi bersama Europol.

Komisi Eropa mendesak Meta dan TikTok untuk mengambil tindakan tegas membendung arus disinformasi selama masa krisis. Melansir dari laporan The Jakarta Post, Komisioner untuk Kedaulatan Teknologi, Keamanan, dan Demokrasi Uni Eropa, Henna Virkkunen, menyatakan hal ini perlu segera dilakukan guna menjaga integritas ruang digital. Pihaknya telah menggelar pembicaraan dengan kedua platform tersebut menyusul lonjakan migran di wilayah Ceuta pada akhir Juli lalu.

Virkkunen menuntut peningkatan pengawasan konten serta penguatan kerja sama dengan pemeriksa fakta independen. Pihak Uni Eropa berencana menindaklanjuti tuntutan ini pada pertemuan mendatang hari Senin.

Pemicu Krisis Perbatasan Ceuta

Serbuan puluhan ribu orang ke wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara dipicu oleh rumor bahwa perbatasan Ceuta terbuka yang menyebar masif di media sosial. Otoritas Spanyol mencatat sekitar 72.000 orang memasuki wilayah tersebut pada tanggal 30 hingga 31 Juli. Sebanyak 80 orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden penyeberangan tersebut.

Pemerintah Spanyol bergerak cepat melakukan pemulangan paksa. Data hingga hari Selasa menunjukkan hampir seluruh migran telah kembali ke negara asal, menyisakan sekitar 2.000 orang di wilayah kantong tersebut.

Investigasi Operasi Terorganisir

Kepala Urusan Migrasi Uni Eropa, Magnus Brunner, menyebut peristiwa di Ceuta sebagai ujian berat bagi keamanan perbatasan serta ketahanan blok terhadap disinformasi. Investigasi sumber terbuka oleh perusahaan teknologi Golden Owl menyimpulkan dengan tingkat keyakinan tinggi bahwa serbuan migran merupakan operasi yang sengaja diorganisir.

Brunner menyatakan terlalu dini untuk memastikan siapa dalang dibalik instrumentalisasi daring tersebut, apakah jaringan penyelundupan kriminal atau kekuatan asing seperti Rusia. Uni Eropa kini memperkuat kemampuan pelacakan tren disinformasi di media sosial melalui kerja sama erat dengan Europol serta seluruh badan terkait di Uni Eropa.

Insiden tersebut memicu keretakan diplomatik antara Spanyol dan Italia, terutama setelah kelompok sayap kanan memanfaatkan situasi ini sebagai bukti ancaman imigrasi yang tidak terkendali.

Penulis/Editor: Juanda Data Wijaya
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5