Advertisement

IDNWire

Ruang informasi terpercaya untuk pembaca Indonesia

–
|

Kategori

Kategori

Sub Kategori 2

Media Network

Informasi

Connect With Us

News

Turki Sebut Mesir Berpeluang Gabung Pakta Pertahanan Mekkah

3 Bendera Negara Turki, Arab Saudi Dan Pakistan Saling bedampingan-magnific
Menlu Turki Hakan Fidan menyatakan Mesir berpeluang bergabung dalam Pakta Pertahanan Mekkah bersama Turki, Arab Saudi, dan Pakistan pada tahap berikutnya. | Ilustrasi Foto: Magnific.com
Executive Summary ▼
  • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menandatangani Pakta Pertahanan Mekkah bersifat defensif, dengan peluang perluasan anggota ke Mesir.
  • Mengadopsi prinsip mirip Pasal 5 NATO, di mana bantuan militer (logistik, intelijen, hingga pasukan) diberikan atas permintaan negara anggota yang diserang.
  • Tidak mengincar negara tertentu sebagai musuh, serta membentuk komite gabungan dan sekretariat permanen di Arab Saudi untuk mengoordinasikan kerja sama militer.

Kemitraan pertahanan kolektif Pakta Pertahanan Mekkah yang digagas Turki, Arab Saudi, dan Pakistan berpeluang memperluas jangkauannya ke Mesir pada tahap berikutnya. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengonfirmasi potensi bergabungnya Kairo untuk memperkuat kerja sama militer antarnegara Muslim di kawasan.

Sebagaimana laporan Anadolu Agency, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memproyeksikan aliansi pertahanan ini berkembang melebihi format tiga negara pendiri. Meski demikian, Fidan menegaskan kesepakatan yang ditandatangani pada Jumat di Mekkah tersebut bersifat murni defensif tanpa ambisi ekspansionis.

Klausul Pertahanan Kolektif ala NATO

Struktur kesepakatan ini dirancang secara teknis menyerupai klausul Pasal 5 NATO, di mana serangan bersenjata terhadap satu anggota dinilai sebagai serangan terhadap seluruh pihak. Presiden Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mematok komitmen mutual tersebut dalam dokumen resmi.

"Visi presiden kami adalah agar inisiatif ini tidak terbatas pada tiga negara saja, melainkan terus berkembang dan, jika perlu, merangkul semua negara di bawah payung kerja sama ini," ungkap Fidan, Sabtu (08/08/2026).

Skema bantuan militer tidak berjalan otomatis, melainkan bergantung pada permohonan resmi negara yang diserang. Jenis dukungan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, mencakup pasokan logistik, amunisi, pertukaran intelijen, hingga pengerahan unit tempur.

Tanpa Target Spesifik dan Pembentukan Sekretariat

Isi dokumen Pakta Pertahanan Mekkah tidak menyebutkan nama negara tertentu termasuk Iran sebagai target ancaman bersama. Negara-negara yang tidak menginisiasi serangan terhadap para penandatangan tidak akan dikategorikan sebagai sasaran militer.

Implementasi kesepakatan dikawal oleh pembentukan komite politik dan militer yang mengintegrasikan menteri luar negeri, menteri pertahanan, serta kepala staf angkatan bersenjata dari ketiga negara. Sebuah kantor sekretariat permanen didirikan di Arab Saudi untuk mengoordinasikan operasional.

Kerja sama teknis difokuskan pada penyelenggaraan latihan militer gabungan, analisis penilaian ancaman, peningkatan interoperabilitas pasukan, dan pertukaran data intelijen secara berkala.

Penulis: Hendra
Editor: Juanda
Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel ✓
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

← Sebelumnya Selanjutnya →

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Kurs Rupiah Hari Ini

Dolar A.S. / Rupiah
USDIDR • FX_IDC
Memeriksa...
Advertisement 5