![]() |
| Warga berdiri di lokasi gedung apartemen yang terkena serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kiev, Ukraina, Sabtu (1/8/2026). Foto: Gleb Garanich/REUTERS |
Executive Summary ▼
- Rusia dan Ukraina saling serang jarak jauh, menewaskan warga sipil di Kharkiv dan Belgorod.
- Pelabuhan Odesa, urat nadi ekspor pangan Ukraina, dihantam rudal, merusak logistik dan pasokan energi.
- Rusia mengkonfirmasi target fasilitas bahan bakar, dibalas Ukraina menyerang kapal di Laut Hitam.
- PBB dan WHO mengecam serangan yang meluas ke sektor logistik dan terus menambah korban sipil.
Eskalasi serangan jarak jauh Rusia-Ukraina kembali menelan korban jiwa dari kalangan warga sipil di kedua wilayah perbatasan, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Minggu (9/8/2026). Hantaman pesawat nirawak dan rudal menghancurkan empat lantai blok apartemen bertingkat di Kharkiv, menewaskan korban jiwa dan melukai puluhan penghuni.
Gubernur wilayah Oleg Synegoubov memperlihatkan puing-puing bangunan tempat petugas penyelamat mengevakuasi korban reruntuhan. Di wilayah perbatasan Rusia, serangan drone Ukraina menyasar Belgorod hingga menyebabkan kematian warga lokal dan puluhan lainnya luka-luka.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengecam kehancuran gudang pasokan medis di Ukraina akibat serangan udara. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Paus Leo di Vatikan turut menyerukan penghentian pertikaian yang telah berlangsung lebih dari empat tahun karena terus menambah korban sipil dan anak-anak.
Kerusakan Jalur Logistik Pangan di Pelabuhan Odesa
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Moskow sengaja memerangi ketahanan pangan dunia lewat pengeboman berkala di pelabuhan Odesa. Jalur perairan Laut Hitam tersebut merupakan urat nadi ekspor produk pertanian Ukraina ke pasar global.
Rentetan serangan udara memutus aliran listrik ribuan warga kota pelabuhan sebelum kementerian energi memulihkan pasokan untuk 90.000 konsumen. Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi gempuran menyasar fasilitas penyimpanan bahan bakar di pelabuhan Odesa dan Chornomorsk yang dituding mendukung militer Ukraina.
Ukraina membalas dengan melancarkan tiga serangan terhadap kapal tanker minyak dan kargo Rusia di Laut Hitam guna memutus pendanaan perang Moskow. Kedua pihak kini memperluas serangan ke sektor logistik, termasuk SPBU dan gudang perdagangan elektronik.
Tekanan Pasokan Rudal Balistik dan Krisis Energi
Presiden Zelensky mencatat sebanyak 61 rudal balistik meluncur menghantam sembilan wilayah Ukraina sepanjang pekan ini. Zelensky mendesak sekutu Barat memperketat sanksi internasional dan mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara.
Ledakan keras turut mengguncang fasilitas energi di dekat pusat perbelanjaan wilayah Pavlohrad, Dnipropetrovsk, melukai sembilan warga termasuk empat anak-anak. Perusahaan migas negara Naftogaz melaporkan peningkatan intensitas serangan langsung ke fasilitas ekstraksi minyak dalam tiga hari terakhir.
