![]() |
| Bursa Efek Indonesia merilis daftar saham top gainers dan top losers periode 10-14 Agustus 2026. Saham YPAS memimpin penguatan dengan kenaikan 90,4 persen. | Ilustrasi, Foto: ©Ajaib |
Executive Summary ▼
- Saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) memimpin jajaran saham top gainers dengan lonjakan 90,4 persen dari Rp 630 menjadi Rp 1.200 sepanjang 10-14 Agustus 2026.
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,12 persen ke level 6.401,8, namun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia bertambah Rp 53 triliun menjadi Rp 11.243 triliun.
- Sejumlah emiten seperti PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH) masuk daftar top losers akibat koreksi tajam harga saham.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat deretan saham top gainers yang mencetak cuan jumbo sepanjang periode 10 hingga 14 Agustus 2026. Saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) memimpin daftar penguatan tertinggi setelah melonjak 90,4 persen dari posisi Rp 630 menjadi Rp 1.200 per saham.
Penguatan signifikan juga dialami PT Ekadharma International Tbk (EKAD) yang melejit 76,5 persen ke level Rp 316. Lonjakan harga turut dicatatkan PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) sebesar 74,4 persen menjadi Rp 464 dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) yang meningkat 60,5 persen ke posisi Rp 1.605.
Daftar penguatan berlanjut pada saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang terdongkrak 59,4 persen menjadi Rp 126. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menguat 40,7 persen ke level Rp 76, diikuti PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) yang naik 33,9 persen menjadi Rp 71. Emiten lain yang menghuni jajaran penguatan meliputi PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) di level Rp 195 setelah naik 30,8 persen, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) bertambah 30,6 persen ke posisi Rp 478, serta PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) terkerek 29,1 persen menjadi Rp 102.
Pergerakan IHSG dan Kapitalisasi Pasar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami koreksi tipis sebesar 0,12 persen. Posisi indeks ditutup pada level 6.401,8 dari kedudukan pekan sebelumnya yang berada di angka 6.409,6.
Kendati indeks terkoreksi, nilai kapitalisasi pasar di lantai bursa justru menunjukkan tren penguatan. Kapitalisasi pasar BEI meningkat 0,28 persen menjadi Rp 11.243 triliun dari catatan pekan lalu sebesar Rp 11.212 triliun, yang merefleksikan tambahan nilai sebesar Rp 53 triliun.
Deretan Saham Top Losers
Tekanan jual melanda sepuluh emiten yang masuk dalam daftar top losers dan menyebabkan koreksi harga mendalam bagi para pemegang saham. Saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) ambles 49,3 persen dari Rp 770 menjadi Rp 390.
Penurunan tajam berikutnya dialami PT Bach Multi Global Tbk (BACH) yang anjlok 18,2 persen ke level Rp 466 dari Rp 570. Tekanan serupa menimpa PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) yang ambrol 18,06 persen menjadi Rp 177, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) terpangkas 17,7 persen ke posisi Rp 860, serta PT Voksel Electric Tbk (VOKS) jeblok 15,5 persen menjadi Rp 228.
Daftar koreksi ditutup oleh PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) yang tergelincir 14,6 persen ke level Rp 555, PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) melemah 13,5 persen menjadi Rp 370, dan PT Pikko Land Development Tbk (RODA) turun 13,5 persen ke posisi Rp 64. Selain itu, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) jatuh 13 persen menjadi Rp 535 serta PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) terpangkas 12,9 persen ke level Rp 81.
